Rumah Atalarik Syach Dibongkar Paksa: Teriak Dihina Seperti Binatang

banner 468x60

RADAR JAKARTA|Bogor – Dunia hiburan Tanah Air diguncang kabar mengejutkan! Aktor senior Atalarik Syach menjadi sorotan setelah rumah mewahnya di kawasan Cibinong, Bogor, dibongkar paksa oleh aparat atas perintah Pengadilan Negeri Cibinong, Bogor pada Kamis (15/5/2025).

Dalam tayangan video yang viral di Instagram, Atalarik terlihat emosional. “Kami dianggap binatang! Tidak ada surat pemberitahuan, langsung main eksekusi!” teriaknya lantang sambil menunjukkan petugas kepolisian yang berjaga bersama sejumlah orang berseragam di depan rumahnya. Material rumah berserakan. Genteng pun sudah mulai diruntuhkan.

Sengketa Tanah Sejak 2015 Pembongkaran ini disebut sebagai imbas dari sengketa tanah dengan seseorang bernama Dede Tasno, yang mengklaim sebagai pemilik sah lahan tersebut. Ironisnya, Atalarik mengaku telah membeli lahan tersebut secara sah dari PT Sapta sejak tahun 2000, lengkap dengan Akta Jual Beli (AJB) dan sebagian sertifikat tanah.

Namun, ada satu dokumen penting yang hilang: surat pelepasan hak, dan transaksi awal pun dilakukan tanpa notaris, hanya didampingi pegawai kelurahan dan kecamatan. Kini, para pejabat kelurahan, kecamatan, dan pihak pengembang juga ikut digugat.

“Saya artis, bukan penipu, bukan penjahat! Tapi saya dizalimi seperti ini,” keluh Atalarik. Ia juga mengaku belum menerima keputusan inkrah dari pengadilan terkait kasus tersebut.

Netizen Heboh, Isu ‘Karma Tsania Marwa’ Mencuat Tagar #AtalarikSyach, #RumahDibongkar, dan #KarmaTsania mendadak viral di media sosial. Banyak warganet menyatakan simpati, namun sebagian lainnya malah menyinggung masa lalunya dengan mantan istrinya, Tsania Marwa.

“Karma is real. Dulu Tsania diusir, sekarang rumahnya sendiri diusir!” tulis akun @NetizenPedas.

Sementara itu, akun lainnya menulis, “Semoga jadi pelajaran buat semua artis yang suka main kuasa. Hukum itu jalan terus, Bro!”

Tag Presiden dan Gubernur Frustrasi, Atalarik juga menandai akun Instagram resmi Presiden @prabowo dan Gubernur Jawa Barat @dedimulyadi71 dalam unggahannya, berharap keadilan bisa ditegakkan.

Fakta Mengejutkan Lainnya:

Proses balik nama tanah sempat terhambat karena gugatan mendadak dari Dede Tasno.

Klaim biaya pengelolaan lahan dari pihak penggugat disebut mencapai 3-4 kali lipat NJOP, angka yang menurut Atalarik tidak masuk akal.

Atalarik menyebut kejadian ini sebagai bukti lemahnya sistem pertanahan dan berharap publik lebih waspada.

“Ini era digitalisasi pertanahan. Tapi kami justru jadi korban dari sistem yang belum siap,” pungkasnya.

Akhir dari Sebuah Rumah, Awal dari Perlawanan? Meski rumah telah dihancurkan, Atalarik Syach berjanji tidak akan berhenti memperjuangkan haknya. “Rumah boleh rata, tapi kebenaran tidak bisa diruntuhkan,” ujarnya tegas.

Kini publik menantikan kelanjutan drama hukum ini. Apakah Atalarik akan bangkit? Atau justru ini awal dari kehancuran kariernya?

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.