Radarjakarta.id | JAKARTA – Penyakit demam berdarah atau dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang mengancam nyawa dan menyerang sejumlah wilayah di Indonesia.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan serta seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan nasional telah mencanangkan target guna meminimalisir penyebaran DBD hingga 2030.
Hasil pendataan tiga dari empat kematian akibat dengue paling banyak terjadi pada anak usia 0 sampai 14 tahun.
“Strategi pencegahan melibatkan ayah dan bunda khususnya dengan gerakan 3M Plus yaitu Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas, serta Mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk,” kata dokter Sri Wahyu Herlinawati, Sp.A, M.Kes, ahli spesialis anak mengatakan, pada Seminar Awam “Pentingnya Vaksin Demam Berdarah untuk Anak”, di RS Harapan Bunda, Jakarta Timur, Sabtu (31/8/2024).
“Penting untuk diingat bahwa semua orang berisiko terkena DBD, tanpa memandang usia, tempat tinggal, atau gaya hidup mereka. Inilah sebabnya mengapa perlindungan komprehensif, termasuk kampanye Ayo 3M Plus dan Vaksin DBD, sangat penting dalam upaya kami untuk melindungi masyarakat,” jelas dr. Sri Wahyu Herlinawati.
“Vaksin dibuat dengan standar keamanan yang tinggi, semuanya harus berdasar pada uji klinis berbasis data, serta dengan jeda tiga bulan untuk vaksin berikutnya” terangnya.
Lebih lanjut Galih Raka Kepala Divisi Marketing dan Humas RS Harapan Bunda menjelaskan “Kami mendukung upaya penurunan angka penderita DBD khususnya pada anak-anak, dengan menggelar seminar dan edukasi pentingnya vaksinasi DBD di serta lomba mewarnai dan peragaan busana bagi anak-anak di RS Harapan Bunda, Ciracas, Jakarta Timur.”
RS Harapan Bunda saat ini telah melengkapi dengan layanan khusus vaksinasi DBD bagi para orang tua serta anak-anak dengan fasilitas yang nyaman.
“Kami juga memberikan keleluasaan pagi para pasien yang menjalani pengobatan di RS Harapan Bunda dengan BPJS Kesehatan dan asuransi lainnya,” pungkas Galih Raka. |Ojay*











