Ribuan Warga Pati Kepung Pendopo:  Mobil Terbakar, Bupati Sudewo Dihujani Kemarahan

banner 468x60

PATI, Radarjakarta.id – Suasana di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, meledak menjadi amarah massal pada Rabu (13/8/2025). Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu tumpah ruah ke jalan, memprotes kebijakan Bupati Sudewo yang menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) hingga 250 persen. Meski kebijakan itu telah dibatalkan, kemarahan rakyat tak surut terlalu dalam kekecewaan yang telah ditorehkan.

Kekacauan pecah di depan Kantor Bupati Pati. Pagar kantor dirusak, kaca gedung pecah, bahkan sebuah mobil terbakar dalam posisi terbalik di Jalan Dokter Wahidin. Asap hitam membumbung, menjadi simbol kemarahan warga yang sudah tak terbendung.

Presiden Prabowo Ikut Menyayangkan

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto menyayangkan kisruh yang dipicu Sudewo. “Pemerintah sudah berulang kali mengimbau pejabat di semua level untuk berhati-hati dalam komunikasi publik,” tegas Pras di Istana Kepresidenan.

Prabowo berharap konflik ini segera berakhir dan tidak mengganggu perekonomian Pati, apalagi jelang perayaan HUT RI ke-80.

Bupati Sudewo Tetap Kukuh

Alih-alih mengundurkan diri, Sudewo menegaskan dirinya dipilih secara konstitusional dan tidak akan mundur hanya karena tekanan massa. “Semua ada mekanismenya,” ujarnya.
Sikap ini semakin memicu kemarahan warga. Pernyataan Sudewo di masa lalu yang menyebut didemo 50.000 orang pun ia tak akan mundur terbukti jadi bensin yang menyulut api protes.

Kerusuhan Pecah

Kericuhan mulai memanas pukul 11.30 WIB, ketika lemparan botol air mineral dan benda keras menghujani aparat. Polisi yang berusaha menenangkan massa akhirnya menembakkan gas air mata. Bentrokan tak terhindarkan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Pati mencatat 64 korban luka, terdiri dari warga dan aparat. Delapan polisi mengalami memar, robek, hingga luka di kepala. Meski begitu, polisi memastikan tidak ada korban meninggal.

DPRD Bergerak

Situasi politik pun memanas. DPRD Pati resmi menggunakan hak angket untuk membentuk pansus pemakzulan Bupati Sudewo. Namun, Sudewo menolak mundur.

Gelombang Kemarahan

Bagi warga, ini bukan sekadar soal pajak. Ini soal harga diri dan rasa percaya yang dirusak. “Kami sudah muak dengan arogansi ini,” ujar Prayogo, salah satu peserta aksi, sambil menunjuk mobil aparat yang terbakar.

Meski siang itu gas air mata memaksa massa bubar, bara kemarahan belum padam. Pati kini berada di ujung tanduk antara damai yang rapuh dan ledakan protes susulan yang bisa lebih dahsyat.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.