JAKARTA, Radarjakarta.id – Isak tertahan dan suara bergetar mengiringi pengakuan Ressa Rizky Rossano. Pemuda asal Banyuwangi itu kini menjadi pusat perhatian publik setelah secara terbuka mengaku sebagai anak biologis Denada Tambunan sebuah klaim yang mengguncang dunia hiburan dan berujung ke meja hijau.
Berbeda dari tudingan miring yang beredar, Ressa menegaskan satu hal, ia tak menginginkan uang sepeser pun. Yang ia cari hanya satu pengakuan sebagai anak.
“Tidak ada dendam. Biar bagaimana pun, Mbak Dena itu ibu saya. Saya hanya ingin diakui,” ucap Ressa lirih.
Didampingi keluarga, Ressa mengungkapkan keinginan yang paling menusuk hati, bersimpuh, memeluk, dan mencium kaki Denada sebagai bentuk bakti seorang anak kepada ibunya.
“Saya ingin peluk dan cium kakinya. Sebagai anak, saya ikhlas memaafkan,” katanya dengan mata berkaca-kaca, Sabtu (24/1).
Sidang Mediasi Tanpa Denada, Gugatan Terus Berjalan
Drama ini berlanjut ke Pengadilan Negeri Banyuwangi. Dalam agenda mediasi, Denada kembali tak hadir, membuat proses berjalan tanpa kesepakatan dan dinyatakan gagal setelah sekitar 30 menit.
Kuasa hukum Denada, Muhammad Ikbal, menyatakan ketidakhadiran kliennya sesuai prosedur hukum. Ia merujuk pada SEMA Nomor 1 Tahun 2016, yang menyebut tergugat tidak wajib hadir dalam mediasi.
“Penggugat wajib hadir, tergugat tidak,” tegas Ikbal.
Namun di sisi lain, Ressa hadir langsung, didampingi keluarga dan tim kuasa hukum sebuah kontras yang semakin memantik simpati publik.
“Kenapa Selama 24 Tahun Tak Pernah Diakui?”
Usai mediasi gagal, Ressa kembali mencurahkan isi hatinya. Selama 24 tahun, ia mengaku hidup tanpa kejelasan status sebagai anak.
“Sampai sekarang, kenapa belum juga ada pengakuan? Saya cuma minta hak sebagai anak,” ujarnya di Jakarta Selatan.
Ressa menegaskan keyakinannya bahwa Denada adalah ibu kandungnya. Ia bahkan mengulang permintaan yang sama:
“Saya cuma ingin cium kaki ibu saya.”
Gugatan Rp7 Miliar dan ‘Pengakuan Diam-Diam’
Kasus ini bermula dari gugatan yang dilayangkan Ressa pada 26 November 2025. Ia menuntut Rp7 miliar, angka yang disebut sebagai akumulasi hak anak yang tak diterimanya selama puluhan tahun.
Meski Denada belum pernah menyatakan pengakuan secara terbuka, pihak Ressa menyebut ada “pengakuan diam-diam”. Kuasa hukum sekaligus kakak ipar Ressa, Ronald Armada, menyinggung pernyataan kuasa hukum Denada sebelumnya.
“Katanya sudah pernah menafkahi, memberi mobil. Itu de facto sudah pengakuan, meski tidak diumumkan,” ujar Ronald.
Ia menyebutnya sebagai silent agreement pengakuan tanpa deklarasi resmi.
Chat WhatsApp Siap Dibuka di Persidangan
Tak berhenti di situ, tim hukum Ressa berencana membongkar isi percakapan pribadi antara Denada dan Ressa. Percakapan tersebut diklaim menunjukkan adanya hubungan batiniah ibu dan anak.
“Kami akan tunjukkan di persidangan. Dari komunikasi WhatsApp, terlihat ada ikatan emosional,” kata Ronald.
Publik Terbelah, Fakta Terus Digali
Selama ini, Denada dikenal publik hanya memiliki satu anak, Aisha Aurum, buah pernikahannya dengan Jerry Aurum. Kemunculan Ressa otomatis mengguncang narasi yang telah lama diyakini publik.
Hingga kini, Denada belum memberikan pernyataan langsung soal klaim tersebut. Sementara itu, kasus terus bergulir dan satu pertanyaan besar menggantung di benak publik:
Jika bukan uang yang dicari, mengapa pengakuan seorang ibu terasa begitu mahal bagi seorang anak?***











