Head of Corporate Communications Polytron, Diantika menambahkan, Polytron hadir dan Always on untuk menjembatani itu, dengan produk yang beragam, dirancang menemani setiap gaya hidup unik masyarakat Indonesia. Contohnya laptop pertama Polytron, Luxia, yang dipersonalisasi sesuai karakter pengguna.
“Luxia Pro Ultra untuk manajer dengan kebutuhan performa tangguh, Luxia Pro i5 untuk artist yang ingin menyalurkan kreativitas tanpa batas, hingga Luxia i3 untuk mahasiswa dengan gaya hidup aktif. Semuanya berbeda, namun ketika disatukan, mereka membentuk satu cerita: bahwa teknologi bisa menjadi ruang kolektif untuk saling terhubung,” ungkap Diantika.
Polytron Fest 50th Anniversary menghadirkan beragam aktivitas, mulai dari konser musik yang dimeriahkan oleh artis papan atas seperti Sal Priadi, Yura Yunita, Anji, RAN dan lain sebagainya. Sorotan utama festival adalah Fun Run 5K dan 2,5K dengan sinkronisasi Live DJ Streaming Experience pertama di Indonesia, di mana peserta bisa menikmati musik DJ real-time melalui gawai hanya dengan memindai QR code sepanjang rute.
Selain itu, terdapat padel competition, pertandingan antar komunitas, coaching session padel, hingga berbagai aktivitas menarik lainnya selama perayaan. Dengan konsep inklusif ini, Polytron Fest menjadi ruang kebersamaan yang merangkul berbagai lapisan masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi 50 tahun, Polytron juga menghadirkan promo spesial berupa undian berhadiah 1 unit mobil listrik Polytron G3+ Series, 5 unit motor listrik Polytron Fox-R, produk elektronik, hingga cashback hingga Rp500 ribu.
Eksklusif di Polytron Fest, pengunjung bisa mengikuti lelang diskon 50% untuk 50 pembeli pertama setiap harinya selama flash sale di Plaza Barat GBK serta berkesempatan memenangkan merchandise menarik dan doorprize senilai jutaan rupiah.
Lebih dari sekadar perayaan, Kisah Kita Bersama juga diwujudkan melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) yang dijalankan bersama Pemerintah Daerah Kudus untuk mendukung percepatan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem (PKE) di Jawa Tengah. Program ini menargetkan pembangunan 100 rumah hingga akhir 2025, menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat di sekitar pabrik Polytron.
“Upaya pengentasan kemiskinan tidak bisa dilakukan sendiri, perlu langkah kolaboratif antara pemerintah dan swasta. Polytron sebagai ikon kebanggaan masyarakat Kudus dan Jawa Tengah telah menunjukkan kepeduliannya dengan menghadirkan program RSLH ini. Kami percaya inisiatif bersama seperti ini akan membawa dampak yang lebih luas dan nyata,” tutur Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Hasan Asyari.
Salah satu penerima manfaat program RSLH, Ahmad Syaifullah, menuturkan bahwa sebelum mendapat bantuan rumah dari Polytron, kondisi tempat tinggalnya jauh dari layak, tidak nyaman hingga sering bocor saat hujan.
“Kini rumah kami lebih aman, sehat, dan layak huni. Saya berterima kasih kepada pemerintah daerah dan Polytron yang telah memberi harapan baru, semoga semakin banyak keluarga lain yang bisa merasakan manfaat seperti kami,” kata Ahmad.
“Perayaan ini bukan hanya milik Polytron, tapi milik kita semua. Melalui festival, kampanye, dan program sosial, kami ingin memastikan bahwa Kisah Kita Bersama benar-benar hidup dalam bentuk nyata. Semoga kebersamaan ini terus tumbuh, membawa optimisme, dan membuka jalan bagi 50 tahun berikutnya yang lebih cerah,” tutup Albert Fleming.|Ilham*











