JAKARTA, Radarjakarta.id – Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (25/8/2025), menjadi saksi gegap gempita suara rakyat yang menyerukan satu nama: Ratu Sinuhun, sosok perempuan pejuang dari Palembang yang dinilai layak menyandang gelar Pahlawan Nasional Perempuan.
Gelaran Car Free Day (CFD) pagi itu berubah menjadi panggung sejarah. Di tengah hiruk-pikuk warga Jakarta yang berolahraga, Srikandi Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya menggelar aksi penuh makna: pembacaan puisi perjuangan, orasi membakar semangat, hingga penandatanganan dukungan masyarakat.
“Alhamdulillah, dukungan masyarakat semakin luas. Ini bukan sekadar acara seremonial, tapi gerakan nyata untuk mengangkat kiprah perempuan pejuang bangsa,” tegas Dewan Pakar Srikandi TP Sriwijaya, Dr. Kunthi Tridewiyanti, S.H., M.A., dengan mata berbinar penuh optimisme.
Suara Rakyat Menggema, Dukungan Kian Menguat
Dari pembagian selebaran, barcode digital, hingga diskusi publik, dukungan untuk Ratu Sinuhun terus digalang lintas generasi. “Ini bagian dari ikhtiar kolektif agar semakin banyak yang mengetahui dan memahami perjuangan beliau,” ujar Kunthi.
Kabar menggembirakan datang dari tanah kelahiran sang Ratu. Wali Kota Palembang resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) Tim Penelitian dan Kajian Gelar Pahlawan Daerah untuk Ratu Sinuhun. SK tersebut menjadi fondasi kuat untuk melanjutkan langkah ke tingkat nasional.
“Dengan SK ini, perjuangan tidak berhenti di Palembang. Kami akan membawa semangat ini ke Sumatera Selatan dan seluruh Indonesia,” tegas Kunthi lantang.
Perempuan Pejuang, Simbol Ketangguhan Nusantara
Ratu Sinuhun bukan sekadar bangsawan Palembang. Ia adalah pemimpin visioner yang berani menantang kolonial, mendukung perlawanan rakyat, sekaligus memperjuangkan posisi perempuan di ranah sosial dan budaya.
Namanya melekat dalam sejarah sebagai perempuan tangguh, cerdas, dan penuh strategi, menjadikannya simbol keberanian dan kebangkitan kaum perempuan Nusantara.
“Insya Allah, jika Tuhan berkehendak dan seluruh rakyat bergotong royong, perjuangan ini akan berhasil. Ratu Sinuhun layak menjadi Pahlawan Nasional,” pungkas Kunthi, disambut tepuk tangan meriah dari massa CFD.
Kini, dukungan itu tak lagi sekadar simbolik. Ia telah menjelma menjadi seruan sejarah baru—bahwa bangsa ini berdiri bukan hanya karena perjuangan kaum pria, tetapi juga berkat keberanian perempuan-perempuan besar yang menorehkan jejak emas di jalan kemerdekaan.|Guffe*
Ratu Sinuhun Layak Jadi Pahlawan Nasional, Dukungan Menggema di Jantung Jakarta










