PALEMBANG, Radarjakarta.id – Dalam perjalanan bangsa, banyak sosok perempuan luar biasa yang kisahnya luput dari panggung sejarah. Salah satunya adalah Ratu Sinuhun, pemimpin perempuan abad ke-16 dari Palembang-Darussalam yang kini kembali disuarakan melalui seni rupa.
Lewat tangan dingin Martha Astra Winata, perupa perempuan yang dikenal vokal memperjuangkan tema sejarah dan perempuan, sosok Ratu Sinuhun menjelma menjadi simbol kekuatan, kasih, dan kebijaksanaan yang membumi.
Ditemui di Museum Kota Sultan Mahmud Badarudin, Rabu (23/7/2025), Martha menuturkan bahwa melukis Ratu Sinuhun bukan hanya soal seni. “Ini bentuk pengabdian saya kepada sejarah dan budaya lokal yang selama ini nyaris terpinggirkan,” ungkapnya penuh semangat.
Bagi Martha, Ratu Sinuhun bukan sekadar ratu, tetapi seorang pemimpin yang hadir untuk rakyat. Dalam karya visualnya yang akan ditampilkan dalam pameran Perempuan Penjaga Peradaban, Ratu Sinuhun digambarkan berdiri tegak di tengah rakyat, bukan di atas singgasana.
“Tangan kanannya menggenggam gulungan naskah hukum sebagai simbol keadilan, sementara tangan kirinya mengelus kepala seorang anak sebuah lambang kasih dan perlindungan,” tutur Martha.
Busana songket emas yang membalut tubuh Ratu Sinuhun menggambarkan kejayaan dan keanggunan, sementara mahkota ringan di kepalanya memancarkan cahaya kelembutan seorang pemimpin perempuan. “Tatapannya tegas namun penuh kasih,” tambah Martha.
Seni rupa, menurut Martha, haruslah menyentuh hati sekaligus membuka pikiran. Karena itu, ia berharap karya visual Ratu Sinuhun dapat hadir di ruang-ruang edukatif seperti buku pelajaran, mural sekolah, bahkan diorama di museum daerah.
Tak hanya itu, ia juga mengusulkan agar pemerintah Sumatera Selatan membangun patung Ratu Sinuhun di ruang publik, agar generasi muda punya sosok teladan lokal yang membumi namun agung.
“Palembang punya Ratu Sinuhun. Ia adalah perempuan hebat yang memimpin dengan hati. Sudah saatnya jejaknya kita hidupkan kembali dalam seni, sejarah, dan kesadaran kolektif kita,” tegas Martha.
Respons publik pun luar biasa. Karya Martha mendapat sambutan hangat dari pelajar, mahasiswa, tokoh budaya, hingga komunitas perempuan.
Ia mengungkapkan bahwa karya ini akan menjadi bagian dari perhelatan ‘Ratu Sinuhun Week’ yang diinisiasi oleh Srikandi TP Sriwijaya bersama Dinas Kebudayaan Sumatera Selatan pada Agustus 2025 mendatang. *(Guffe).











