MEDAN, Radarjakarta.id – Rajawali Medan sedang berdiri di persimpangan paling menentukan musim ini. Tiga kekalahan beruntun semuanya di kandang sendiri menjadi alarm keras bagi tim kebanggaan Sumatra Utara di ajang Indonesian Basketball League (IBL) 2026. Kini, jelang duel panas kontra Hangtuah Jakarta, satu kata menjadi mantra utama: bertahan atau tenggelam.
Rentetan hasil negatif dari Bogor Hornbills, Satria Muda Pertamina Bandung, hingga kekalahan telak 66–88 dari Pelita Jaya Jakarta, membuka borok lama Rajawali: rapuhnya lini pertahanan. Celah demi celah dimanfaatkan lawan, membuat Rajawali kehilangan identitas sebagai tim yang dulu dikenal solid dan agresif.
Pelatih kepala Rajawali Medan, Efri Meldi, tak menutup mata. Evaluasi besar-besaran langsung dilakukan. Fokus latihan digeser total: disiplin bertahan, komunikasi antarpemain, dan ketahanan mental menjadi menu utama menjelang laga krusial.
“Saya konsisten di defense. Itu harga mati. Pemain lokal juga harus step up. Harus ada yang bisa ambil peran Brandone,” tegas Efri, Kamis (29/1/2026).
Absennya Brandone Francis dalam tiga laga terakhir memang meninggalkan lubang besar, tak hanya dalam skema serangan, tetapi juga keseimbangan pertahanan. Kondisi ini diperparah dengan kemungkinan Rajawali hanya menurunkan dua pemain asing, yakni Hester dan Majok, saat menghadapi Hangtuah Jakarta.
Artinya jelas: beban kini ada di pundak pemain lokal.
Efri menuntut keberanian, bukan sekadar bermain aman. Ia ingin para pemain lokal naik kelas, tampil tanpa ragu, dan bertanggung jawab penuh di momen genting. Konsistensi sepanjang laga menjadi syarat mutlak jika Rajawali ingin keluar dari tekanan.
“Melawan Hangtuah nanti tak ada cerita kalah. Walau patah-patah, walau berdarah-darah, harus main maksimal,” ujar Efri, penuh determinasi.
Secara klasemen, Rajawali Medan masih bertahan di peringkat keempat dengan sembilan poin hasil tiga kemenangan dan tiga kekalahan. Ironisnya, tiga kemenangan itu seluruhnya diraih di laga tandang, sementara kandang justru menjadi momok.
Hangtuah Jakarta, lawan yang akan dihadapi Sabtu malam (31/1/2026) pukul 19.00 WIB di GOR Universitas Negeri Medan, berada tepat di atas Rajawali dengan poin sama. Duel ini bukan sekadar pertandingan biasa ini adalah pertarungan harga diri, momentum, dan masa depan klasemen.
Jika pertahanan kembali rapuh, Rajawali terancam tenggelam dalam krisis kepercayaan diri. Namun jika pembenahan berjalan efektif, laga ini bisa menjadi titik balik kebangkitan.
IBL 2026 belum selesai. Tapi bagi Rajawali Medan, malam Sabtu nanti bisa menentukan segalanya.| Dita*










