RADARJAKARTA.ID — Suasana hangat dan sarat refleksi spiritual mewarnai pertemuan ke-7 Sekolah Lansia Ratu Sinuhun Srikandi TP Sriwijaya yang digelar di kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Dalam agenda bertema “Mengisi Dimensi Spiritual Sekolah Lansia” pada Rabu, 11 Februari 2026, para peserta mengikuti kunjungan edukatif ke Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral.
Kegiatan tersebut bukan sekadar wisata religi, melainkan ruang pembelajaran sosial dan spiritual bagi peserta lanjut usia untuk memperdalam pemahaman tentang toleransi serta harmoni antarumat beragama.
Ketua Harian Srikandi TP Sriwijaya, R.A. Aisyah, SE., menilai kunjungan ini sebagai momentum pembelajaran sepanjang hayat. Ia mengatakan banyak peserta yang telah lama tinggal di Jakarta namun baru pertama kali menyaksikan simbol persaudaraan lintas iman secara langsung.
“Ketika memasuki Terowongan Silaturahmi, kami tidak hanya berjalan di sebuah lorong, tetapi merasakan pesan kuat tentang persatuan,” kata Aisyah saat dikonfirmasi pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Menurut dia, pengalaman audio-visual di dalam terowongan—mulai dari lantunan musik religi, suara bedug, hingga dentang lonceng gereja—menciptakan suasana yang menyentuh dan memperkuat makna keberagaman sebagai kekuatan bangsa.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut memberi ruang refleksi bagi para lansia untuk memahami bahwa kedamaian harus dirawat bersama. “Di usia senja, kami semakin menyadari bahwa harmoni antarumat beragama bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang harus dihidupkan dalam keseharian,” ujarnya.
Aisyah menekankan bahwa Sekolah Lansia Ratu Sinuhun tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik dan aktivitas sosial, tetapi juga penguatan dimensi spiritual. Melalui program pembelajaran seperti ini, para peserta diajak merenungkan kembali peran mereka sebagai bagian dari masyarakat yang majemuk.
“Kami ingin lansia tetap produktif, bahagia, dan membawa energi positif. Tidak ada ruang untuk prasangka, yang ada adalah semangat saling memaafkan, menghargai, dan berbagi,” tuturnya.
Ia berharap kunjungan tersebut menjadi awal dari rangkaian kegiatan inspiratif berikutnya sekaligus memperkuat pesan toleransi di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks. Menurutnya, para lansia memiliki peran penting sebagai penjaga nilai kebangsaan melalui pengalaman hidup dan kebijaksanaan yang dimiliki.
“Kami pulang bukan hanya membawa kenangan, tetapi juga pesan bahwa persaudaraan lintas iman adalah kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama,” kata Aisyah.
Kegiatan ini turut dihadiri Kasubdit Pembinaan Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Umat Masjid Istiqlal Nur Afiani, M.Si., Protokoler Masjid Istiqlal Yusuf, serta jajaran pengurus dan peserta Sekolah Lansia Srikandi TP Sriwijaya.
Kunjungan tersebut menjadi gambaran bahwa usia bukan penghalang untuk terus belajar dan menebarkan nilai kebaikan. Di lorong yang menghubungkan dua rumah ibadah itu, para lansia menemukan pesan yang sama: harmoni adalah jembatan menuju Indonesia yang damai dan bermartabat. (Gufron).**










