“Untuk pelatihan rancang bangun motor listrik Program TJSL P2B E-Moto yang sudah berjalan ini memang baru diikuti sebagian siswa SMK, jika pihak SMK Yapalis Krian mempunyai rencana menambahkan ekskul rancang bangun motor listrik dari bekal ilmu yang didapat dari Program TJSL P2B E-Moto tersebut, maka ilmu yang dibagikan bisa akan lebih berkembang dan dampaknya akan lebih besar dan signifikan. Ilmu tersebut diharapkan dapat dikembangkan dari generasi ke generasi” ungkap Munawwar.
Sejak dimulainya program tersebut pada bulan Mei 2023, PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Jawa Timur (UP2B Jawa Timur) beserta Rainbow Moto Builder memantau progress pembuatan motor listrik dan memberikan mentoring kepada siswa SMK Yapalis Krian untuk mengikuti pelatihan intensif yang mencakup berbagai aspek teknis dan teoritis dalam pembuatan motor listrik. Mereka diberikan kesempatan untuk memahami prinsip-prinsip inti di balik teknologi berkelanjutan ini, yang memiliki dampak positif pada lingkungan dan masyarakat.
Proyek ini bukan hanya sekedar pembelajaran, tetapi juga tentang pengalaman praktis. Para siswa dipandu oleh mentor yang berpengalaman dalam setiap tahap pembuatan motor listrik, dari perencanaan hingga penyelesaian proyek. Dengan semangat kolaboratif yang kuat, siswa-siswa SMK Yapalis Krian berhasil menyelesaikan pembuatan motor listrik pada akhir Oktober 2023.

“Kami sangat bersemangat melihat para siswa SMK Yapalis mengambil langkah berani dalam menghadapi tantangan teknologi terbaru, dan kami yakin bahwa investasi ini akan membawa manfaat besar bagi mereka di masa depan.” ujar Andi Makkuradde Manajer PLN UP2B Jawa Timur.
PLN UP2B Jawa Timur berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan dan inovasi di wilayah ini, dan proyek P2B E-Moto merupakan salah satu contoh nyata dari upaya tersebut. Dan berharap Program TJSL P2B E-Moto ini menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk melibatkan masyarakat dalam upaya-upaya berkelanjutan yang bermanfaat. PLN UP2B Jawa Timur akan terus berupaya untuk berkontribusi pada perkembangan berkelanjutan dan pendidikan di wilayah ini. | Eka*










