JAKARTA, Radarjakarta.id – Presiden RI Prabowo Subianto kembali mencuri perhatian publik. Dalam gelar griya atau open house di Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (21/3/2026), Presiden tampil langsung menyapa rakyat menyalami satu per satu hingga meladeni swafoto warga yang datang dari berbagai penjuru.
Kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu sontak membakar antusiasme. Sekitar pukul 15.00 WIB, Prabowo bersama putranya, Didit Hediprasetyo, memasuki halaman Istana Merdeka. Sorak warga pecah, suasana berubah hangat sekaligus riuh, menandai momen langka yang selama ini dinanti masyarakat.
Namun di balik kemeriahan, situasi di luar Istana tak sepenuhnya mulus. Antrean warga mengular hingga sekitar 60 meter di depan Pintu Majapahit. Ribuan orang dari wilayah Jabodetabek mulai dari anak-anak hingga lansia dan penyandang disabilitas berdesakan demi bisa bersalaman langsung dengan Presiden.
Petugas berkali-kali mengingatkan dengan nada tegas agar warga tidak saling dorong. “Jangan dorong-dorong! Semua akan kebagian!” teriak petugas melalui pengeras suara, mencoba meredam situasi yang sempat memanas.
Tak sedikit warga harus berjuang ekstra. Hardi (30), warga asal Bogor, mengaku sudah mengantre sejak pukul 07.00 WIB usai menunaikan salat Id di Masjid Istiqlal. Ia harus menunggu berjam-jam di luar karena gerbang baru dibuka siang hari. “Kalau dibuka jam 1 siang, berarti saya antre lima jam,” keluhnya.
Kondisi panjangnya antrean bahkan memakan korban. Seorang perempuan lansia dilaporkan nyaris pingsan akibat kelelahan dan panas. Beruntung, petugas kesehatan sigap mengevakuasi dan memberikan pertolongan di lokasi.
Open house ini memang sengaja dibuka luas oleh Istana sebagai bagian dari tradisi halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah. Usai melaksanakan salat Id di Aceh, Presiden langsung kembali ke Jakarta untuk menyambut masyarakat.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memastikan Istana dibuka dari siang hingga sore dengan sistem kunjungan bergiliran. Diperkirakan sekitar 5.000 warga hadir, membuktikan besarnya antusiasme publik terhadap sosok Presiden.
Momen ini bukan sekadar silaturahmi, tapi juga menjadi panggung kedekatan antara pemimpin dan rakyat. Di tengah padatnya jadwal kenegaraan, Prabowo memilih turun langsung menciptakan euforia yang tak hanya hangat, tapi juga nyaris tak terkendali.***











