AMMAN, Radarjakarta.id — Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Amman, Yordania, dan dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral dengan Raja Abdullah II di Istana Al Husseiniya, Rabu (25/2). Kunjungan ini menjadi bagian dari penguatan hubungan diplomatik Indonesia–Yordania yang kian erat dalam beberapa tahun terakhir.
Pesawat Garuda Indonesia PK-GIF yang membawa Presiden dan rombongan terbatas mendarat di Pangkalan Udara Marka pada Selasa malam waktu setempat setelah bertolak dari London, Inggris. Setibanya di Amman, Presiden disambut Putra Mahkota Pangeran Hussein bin Abdullah beserta jajaran pejabat Kerajaan Yordania.
Upacara penyambutan berlangsung khidmat dengan jajar kehormatan militer. Presiden Prabowo melakukan inspeksi pasukan sebelum melanjutkan perjalanan menuju hotel tempatnya bermalam di pusat kota Amman.
Kunjungan ini merupakan yang kedua bagi Presiden Prabowo ke Yordania sejak menjabat sebagai Kepala Negara, setelah sebelumnya melakukan lawatan resmi pada April 2025. Lawatan kali ini juga menjadi kunjungan balasan atas kedatangan Raja Abdullah II ke Jakarta pada November 2025.
Perkuat Kemitraan Bilateral
Dalam agenda pertemuan bilateral, kedua pemimpin dijadwalkan membahas penguatan kerja sama di berbagai sektor, termasuk pertahanan, pertanian, pendidikan, energi, serta industri halal. Selain itu, Presiden juga akan menyaksikan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman antara kedua negara.
Kerja sama ekonomi menjadi salah satu fokus pembahasan. Sejumlah proyek strategis dengan potensi nilai investasi lebih dari US$1,5 miliar disebut tengah dijajaki, antara lain di bidang energi, infrastruktur jalan, dan logistik. Pemerintah berharap kolaborasi tersebut dapat mendorong peningkatan perdagangan dan investasi bilateral.
Di sektor pertanian, Indonesia tertarik mempelajari teknologi pengelolaan lahan kering yang dikembangkan Yordania. Sementara itu, Indonesia menawarkan peluang kerja sama di bidang industri halal, farmasi, dan pendidikan tinggi keagamaan.
Isu Palestina dan Stabilitas Kawasan
Selain kerja sama ekonomi, isu Palestina diperkirakan menjadi salah satu topik utama pembahasan. Indonesia dan Yordania memiliki posisi yang sejalan dalam mendukung solusi dua negara dan mendorong terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
Sebagai negara yang memiliki kedekatan geografis dengan Palestina, Yordania memegang peran penting dalam dinamika kawasan. Sementara Indonesia secara konsisten menyuarakan dukungan bagi kemerdekaan Palestina di berbagai forum internasional.
Kunjungan Presiden ke Yordania yang berlangsung pada bulan suci Ramadan juga memiliki makna simbolis tersendiri. Yordania menjadi negara Muslim pertama yang dikunjungi Presiden Prabowo pada Ramadan tahun ini, mencerminkan komitmen Indonesia dalam memperkuat diplomasi dengan negara-negara sahabat di dunia Islam.
Setelah menyelesaikan seluruh agenda di Amman, Presiden Prabowo dijadwalkan kembali melanjutkan perjalanan pada Rabu sore waktu setempat.
Melalui kunjungan ini, pemerintah berharap hubungan Indonesia dan Yordania semakin kokoh, baik dalam aspek politik, ekonomi, maupun kerja sama kemanusiaan, demi mendukung stabilitas kawasan dan kepentingan bersama kedua negara.***











