JAKARTA, Radarjakarta.id – Kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto di Abu Dhabi, Rabu petang, langsung memantik gelombang antusiasme. Pesawat kepresidenan mendarat sekitar pukul 18.00 waktu setempat di Bandar Udara Presidential Flight, dan sejak detik pertama roda pesawat menyentuh landasan, atmosfer penyambutan terasa berbeda: hangat, penuh hormat, sekaligus sarat pesan politik global.
Di bawah tangga pesawat, Prabowo disambut Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Al Mazrouei, Duta Besar RI untuk UEA Judha Nugraha, Duta Besar UEA untuk RI Abdulla Salem Obaid Salem AlDaheri, serta Atase Pertahanan KBRI Abu Dhabi Brigjen Tony Aris Setiawan. Pasukan jajar kehormatan berdiri tegap, menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis penting di kawasan Teluk.
Namun sorotan tak hanya tertuju pada prosesi kenegaraan.
Diaspora & Mahasiswa “Serbu” Hotel Presiden
Di lobi hotel tempat Presiden bermalam, diaspora dan mahasiswa Indonesia sudah menunggu. Sejumlah kadet Universitas Pertahanan yang tengah menjalani program pertukaran di Rabdan Academy turut hadir, membentuk barisan penyambut yang emosional sekaligus membanggakan.
Momen paling menyentuh terjadi ketika dua anak Indonesia menyerahkan buket bunga sambil mengenakan busana adat Nusantara. Simbol kecil, tetapi penuh makna: identitas Indonesia tetap tegak di panggung internasional.
Salah satu mahasiswa, Naufal Ahmad Sofyan dari Muhammad bin Zayed University for Humanities, yang juga Wakil Ketua Umum PPI UEA, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.
“Sangat senang dan bangga bisa menjabat tangan langsung Bapak Presiden. Ini pengalaman luar biasa bagi kami,” ujarnya penuh haru.
Menurut Naufal, hubungan erat Indonesia–UEA sudah terasa dampaknya, terutama di sektor pendidikan. Ia berharap kunjungan ini membuka lebih banyak peluang beasiswa, kolaborasi riset, hingga kerja sama ekonomi yang konkret.
Agenda Besar: Bertemu MBZ
Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu Presiden UEA, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Pertemuan tersebut diprediksi akan membahas penguatan kemitraan strategis di sektor energi, investasi, pertahanan, hingga transformasi ekonomi hijau.
Langkah ini mempertegas arah diplomasi aktif Indonesia: membangun jejaring global yang saling menguntungkan dan memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan baru di percaturan geopolitik dan ekonomi dunia.
Diplomasi yang Tak Sekadar Simbolik
Lawatan ke Uni Emirat Arab menjadi pesan tegas bahwa hubungan bilateral bukan hanya soal pertemuan elite, melainkan menyentuh langsung generasi muda Indonesia di luar negeri. Dari landasan bandara hingga lobi hotel, satu pesan menguat: kemitraan Indonesia–UEA sedang memasuki babak baru yang lebih strategis dan progresif.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen Presiden Prabowo untuk memperluas kerja sama internasional yang berdampak langsung bagi rakyat dari pendidikan hingga investasi jangka panjang.***











