Prabowo Reshuffle, Juda Agung Resmi Wamekeu Gantikan Thomas Djiwandono

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id — Sinyal perombakan Kabinet Merah Putih akhirnya menjadi kenyataan. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) dalam sebuah agenda pelantikan di Istana Negara, Kamis sore (5/2/2026).

Pelantikan ini sekaligus menandai pertukaran strategis dua figur kunci keuangan negara, menyusul hengkangnya Thomas Djiwandono keponakan Presiden Prabowo yang kini mendapat penugasan baru sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Sinyal Istana, Dasi Biru, dan Langkah Cepat

Sejak sore hari, aroma reshuffle sudah terasa di kompleks Istana Kepresidenan. Juda Agung terlihat tiba sekitar pukul 15.17 WIB, mengenakan jas hitam, dasi biru muda, dan kopiah hitam kombinasi yang kerap dibaca sebagai “kode pelantikan” di lingkungan Istana.

Tanpa sepatah kata pun kepada wartawan, Juda melangkah cepat memasuki area dalam Istana, didampingi keluarga. Senyumnya singkat, jawabannya nihil. Namun tak lama kemudian, Keputusan Presiden Nomor 3/M Tahun 2026 menjawab semua spekulasi.

Resmi Dilantik, Sumpah Jabatan Dibacakan

Di hadapan Presiden Prabowo, Juda Agung mengucapkan sumpah jabatan sebagai Wamenkeu Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.

“Saya bersumpah akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti kepada bangsa dan negara,” ucap Juda.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk menjunjung etika jabatan dan bekerja penuh tanggung jawab dalam mengawal kebijakan fiskal nasional.

Pertukaran Posisi Dua Tokoh Strategis

Masuknya Juda Agung ke Kementerian Keuangan tak bisa dilepaskan dari rotasi elite keuangan negara. Thomas Djiwandono sebelumnya meninggalkan kursi Wamenkeu untuk mengikuti fit and proper test Calon Deputi Gubernur BI, dan akhirnya disetujui melalui Sidang Paripurna DPR RI.

Posisi Wamenkeu pun sempat kosong, memicu spekulasi publik. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi bahkan sempat memberi sinyal pelantikan, meski mengaku keputusan final baru diambil menjelang hari H.

“Kalau ada, hanya mengisi jabatan yang ditinggalkan Pak Thomas Djiwandono,” ujar Prasetyo.

Rekam Jejak Panjang Juda Agung

Juda Agung bukan nama baru di dunia kebijakan moneter dan stabilitas keuangan. Lahir di Pontianak, 1964, ia merupakan alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) dan melanjutkan studi hingga meraih Master dan PhD bidang Ekonomi di University of Birmingham, Inggris.

Karier internasionalnya terasah saat menjabat Direktur Eksekutif IMF di Washington DC (2017–2019). Di dalam negeri, ia dikenal sebagai Asisten Gubernur BI yang membidangi stabilitas sistem keuangan dan kebijakan makroprudensial, sebelum akhirnya diangkat sebagai Deputi Gubernur BI pada 2021.

Menariknya, Juda telah mengundurkan diri dari BI sejak Januari 2026, langkah yang kini terbukti membuka jalan menuju kursi strategis di kabinet Prabowo.

Harta Kekayaan Jadi Sorotan

Berdasarkan LHKPN tahun pelaporan 2024, Juda Agung tercatat memiliki total kekayaan Rp56,08 miliar, yang disampaikan kepada KPK pada 10 Maret 2025. Angka ini menempatkannya sebagai salah satu pejabat keuangan dengan latar belakang profesional dan aset signifikan.

Konsolidasi Kekuatan Keuangan Negara

Pelantikan Juda Agung menegaskan arah konsolidasi Presiden Prabowo dalam memperkuat sektor keuangan dan fiskal nasional. Tidak ada reshuffle besar, namun satu kursi kunci diisi figur dengan rekam jejak panjang di BI dan lembaga internasional.

Langkah ini sekaligus meredam spekulasi politik terkait posisi Thomas Djiwandono, sekaligus menegaskan bahwa rotasi jabatan di lingkar kekuasaan keuangan dilakukan secara terukur, senyap, namun strategis.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.