Prabowo: Rakyat Indonesia Harus Siap Dampak Perang Timur Tengah

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, akhirnya angkat bicara secara terbukaTimur mengenai dampak konflik global yang kini mengguncang kawasan Timur Tengah. Dalam pernyataan yang tegas dan penuh peringatan, Prabowo meminta seluruh rakyat Indonesia bersiap menghadapi kemungkinan masa sulit yang bisa muncul akibat perang tersebut.

Pernyataan itu disampaikan saat Presiden meresmikan pembangunan Jembatan Bailey dan Jembatan Armco di Aceh, Senin (9/3/2026), sekaligus meresmikan ratusan jembatan di berbagai wilayah Indonesia secara daring.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Di hadapan pejabat daerah, aparat keamanan, dan masyarakat, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menutup-nutupi kenyataan yang sedang dihadapi dunia. Menurutnya, situasi global saat ini penuh tekanan dan berpotensi memberi dampak terhadap berbagai sektor kehidupan, termasuk ekonomi dan stabilitas nasional.

“Kita tidak boleh berpura-pura bahwa tidak ada masalah. Dunia sedang diguncang konflik besar. Karena itu bangsa Indonesia harus siap menghadapi berbagai kemungkinan,” ujar Prabowo.

Meski memberi peringatan keras, Presiden juga menekankan bahwa Indonesia bukanlah bangsa yang lemah. Ia menegaskan bahwa negara memiliki kekuatan besar, baik dari sisi sumber daya alam maupun persatuan rakyatnya.

Prabowo bahkan menyatakan akan segera menyampaikan penjelasan lebih lengkap kepada seluruh bangsa mengenai kondisi global dan langkah-langkah yang akan diambil pemerintah.

“Sebagai pemimpin saya harus jujur kepada rakyat. Dalam waktu dekat saya akan menyampaikan taklimat kepada seluruh bangsa Indonesia,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyinggung peran penting Tentara Nasional Indonesia sebagai salah satu pilar utama negara. Ia menyebut TNI telah menunjukkan bahwa mereka adalah tentara yang lahir dari rakyat dan berdiri untuk melindungi rakyat.

Menurut Prabowo, kekuatan Indonesia sebenarnya sangat besar. Negara ini memiliki kekayaan alam yang melimpah dan potensi ekonomi yang kuat. Namun, ia mengingatkan bahwa kekuatan itu hanya bisa dimanfaatkan jika dikelola dengan baik dan bebas dari praktik korupsi.

Presiden menyoroti bahwa kebocoran kekayaan negara selama ini banyak disebabkan oleh korupsi, penyalahgunaan wewenang, serta kolusi dengan pengusaha yang tidak bertanggung jawab.

“Korupsi dan penyalahgunaan wewenang adalah musuh besar bangsa. Kekayaan negara yang seharusnya dipakai memperkuat ketahanan nasional justru banyak yang hilang,” katanya.

Ia menegaskan bahwa perang melawan korupsi harus dilakukan di semua level pemerintahan agar Indonesia memiliki kemampuan menghadapi berbagai ancaman global, termasuk dampak konflik internasional maupun potensi bencana di masa depan.

Di tengah ketidakpastian dunia, Prabowo mengajak seluruh rakyat Indonesia tetap bersatu, waspada, dan memperkuat ketahanan bangsa agar mampu melewati masa penuh tantangan yang sedang dihadapi dunia.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.