Prabowo Naikkan Gaji ASN, Guru, TNI-Polri

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Presiden Prabowo Subianto kembali membuat gebrakan besar yang menggetarkan publik. Melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025, ia resmi meneken kebijakan kenaikan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), guru, dosen, tenaga kesehatan, TNI, Polri, hingga pejabat negara. Keputusan ini langsung menjadi sorotan nasional, disebut sebagai propaganda kesejahteraan terbesar sejak awal pemerintahannya.

Langkah berani ini dipandang sebagai simbol keberpihakan Prabowo kepada aparatur negara yang menjadi tulang punggung pelayanan publik. Tidak hanya PNS, tetapi juga PPPK, pejabat negara, bahkan pensiunan masuk ke dalam daftar penerima manfaat. Dengan ini, Prabowo ingin menegaskan: negara hadir untuk menghargai pengabdian.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Perpres 79/2025 yang ditandatangani sejak 30 Juni 2025, menempatkan kenaikan gaji ASN sebagai salah satu dari delapan Program Hasil Terbaik Cepat dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025. Menariknya, kenaikan gaji pejabat negara juga disertakan, sesuatu yang sebelumnya tak ada dalam RKP 2024.

Kebijakan ini disebut tidak sekadar menaikkan angka, melainkan menaikkan martabat. Guru, dosen, penyuluh, dan tenaga kesehatan menjadi prioritas utama, disusul TNI/Polri yang dianggap sebagai garda terdepan penjaga bangsa. Retorika Prabowo tegas: kesejahteraan aparatur negara adalah fondasi kuat untuk membangun Indonesia Raya.

Jika di era Presiden Joko Widodo, kenaikan gaji ASN hanya terjadi tiga kali (2015, 2019, 2024), maka Prabowo langsung menempatkan kebijakan ini di tahun pertamanya. Publik menilai ini sebagai strategi politik jitu memberi “propaganda kesejahteraan” yang langsung menyentuh kantong rakyat birokrasi.

Sejarah mencatat, gaji ASN pernah hanya Rp 12 ribu per bulan di tahun 1977. Kini, dengan regulasi baru, nilai itu sudah ratusan kali lipat. Rakyat disuguhi narasi kontras: dari gaji sekadar uang rokok menjadi simbol pengabdian negara yang dihargai dengan wajar.

Kenaikan gaji ini disinergikan dengan program populis lain: makan bergizi dan susu gratis di sekolah, pemeriksaan kesehatan gratis, pembangunan sekolah unggulan, hingga kelanjutan program kartu kesejahteraan sosial. Semua dikemas dalam bingkai besar: kesejahteraan rakyat dan stabilitas bangsa.

Prabowo berhasil menciptakan propaganda politik yang efektif: menaikkan gaji ASN bukan hanya kebijakan ekonomi, melainkan strategi komunikasi. Pesannypolitik di bawah kepemimpinannya, negara tidak lagi pelit terhadap pengabdi. Sebuah gebrakan yang sekaligus provokatif, populer, dan penuh daya tarik politik.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.