JAKARTA, Radarjakarta.id — Presiden RI Prabowo Subianto langsung menggelar rapat terbatas (ratas) setibanya di Tanah Air, Jumat (28/2/2026). Rapat berlangsung di kediaman Presiden di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, beberapa jam setelah ia mendarat di Landasan Udara Halim Perdanakusuma pada pagi hari.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden tiba di Jakarta setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja ke Amerika Serikat, Inggris, Yordania, dan Uni Emirat Arab.
“Bapak Presiden pagi tadi tiba dari kunjungan luar negeri. Sore harinya langsung melaksanakan rapat terbatas,” ujar Teddy di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Rapat dimulai sekitar pukul 16.00 WIB menjelang waktu berbuka puasa dan berlangsung hingga malam hari. Pertemuan tersebut digelar secara tertutup dan dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Pemerintah belum merinci agenda pembahasan, namun rapat disebut sebagai bagian dari koordinasi lanjutan atas hasil lawatan kenegaraan Presiden.
Tindak Lanjut Diplomasi Internasional
Kunjungan Presiden dimulai pada 18 Februari 2026 dengan agenda di Amerika Serikat. Di Washington DC, Presiden menghadiri forum internasional serta melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden AS saat itu, Donald Trump.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menyepakati kerja sama perdagangan melalui penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART). Kesepakatan itu memberikan akses tarif nol persen bagi ribuan produk Indonesia ke pasar Amerika Serikat, termasuk komoditas unggulan dan produk manufaktur.
Dari Amerika Serikat, Presiden melanjutkan kunjungan ke London, Inggris. Di sana dilakukan penandatanganan kerja sama antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia dengan perusahaan teknologi global Arm Limited. Kerja sama tersebut diharapkan mendorong penguatan sektor teknologi dan investasi di dalam negeri.
Agenda berikutnya berlangsung di Yordania. Presiden bertemu dengan Raja Abdullah II untuk membahas isu perdamaian kawasan, termasuk perkembangan situasi di Palestina dan Timur Tengah.
Rangkaian lawatan ditutup di Uni Emirat Arab, di mana Presiden bertemu dengan Presiden Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Pertemuan itu membahas penguatan kemitraan strategis di bidang perdagangan, investasi, dan energi.
Koordinasi Kabinet
Rapat terbatas di Kertanegara dipandang sebagai langkah awal untuk menyelaraskan kebijakan nasional dengan hasil-hasil diplomasi yang telah dicapai. Pemerintah berupaya memastikan setiap kesepakatan internasional dapat segera ditindaklanjuti melalui kebijakan dan program konkret.
Meski belum ada keterangan resmi terkait keputusan yang dihasilkan, rapat tersebut menandai dimulainya proses konsolidasi internal pemerintah pasca lawatan luar negeri Presiden.
Pemerintah dijadwalkan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut mengenai implementasi hasil kunjungan dalam waktu mendatang.***











