Posraya Sumut Kritik Gimik Politik: Rakyat Butuh Solusi Bukan Kegaduhan

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id  – Sekretaris DPD Posko Relawan Rakyat (Posraya) Sumatera Utara, Matiur Saragi, menyerukan agar para elit politik dan buzzer menghentikan gimik politik di tengah kondisi rakyat yang sedang sulit.

Matiur menilai, rakyat sudah jenuh dengan kegaduhan politik yang tiada henti. Padahal, yang dibutuhkan saat ini adalah solusi nyata atas persoalan sehari-hari, mulai dari pemenuhan kebutuhan pokok, lapangan pekerjaan, hingga keamanan masyarakat.

“Rasanya miris melihat kegaduhan politik yang tidak kunjung selesai. Rakyat sudah muak,” kata Matiur dalam diskusi Posraya di Jalan Muwardi 3, Grogol, Jakarta Barat, pada Kamis (7/8/2025).

Ia menyoroti maraknya framing isu dan gimik politik yang terus bermunculan, dari kasus pagar laut, tambang Raja Ampat, judi online, hingga isu ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo. Menurut Matiur, seluruh isu tersebut digoreng tanpa ada ujungnya, sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, tanpa membawa manfaat bagi rakyat.

“Gimik politik dan framing isu terus digoreng, sementara kasus yang benar-benar merugikan negara dan menyengsarakan rakyat terabaikan. Ini membuat rakyat semakin gelisah,” tegasnya.

Matiur menekankan pentingnya perhatian para pemangku kebijakan, elit politik, serta pemain politik dan buzzer terhadap kondisi rakyat kecil. Ia menyebut, buruh tani, buruh pabrik, nelayan, pedagang kecil, dan pelaku UMKM kesulitan memperoleh penghasilan cukup untuk memenuhi kebutuhan harian, sementara harga kebutuhan pokok terus meningkat.

“Yang mereka butuhkan adalah kejelasan nasib dan pemenuhan kebutuhan ekonomi sehari-hari. Tapi yang terjadi malah penambahan beban pajak hampir di seluruh aspek kehidupan,” ujarnya.

Menurut Matiur, terdapat tiga persoalan utama yang kini dihadapi masyarakat namun tertutupi oleh gimik politik. Pertama, himpitan ekonomi yang semakin berat. Kedua, maraknya judi online, pinjaman online, dan narkoba yang menjangkiti berbagai lapisan masyarakat, dari kota hingga desa. Ketiga, ketidakpastian keamanan dengan meningkatnya kasus pencurian, pembegalan, dan tindak kriminal lainnya.

Matiur menegaskan, ketiga persoalan tersebut harus menjadi prioritas penanganan. Ia mengingatkan agar pemerintah dan elit politik berhenti menciptakan kegaduhan yang tidak berdampak pada kehidupan rakyat.

“Tolong hentikan gimik politik, framing, dan kegaduhan yang hanya membuat rakyat semakin muak,” pungkasnya.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.