BOGOR, Radarjakarta.id — Desa Bojong, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor mendadak menjadi pusat perhatian. Selama September hingga November, Poltekkes Kemenkes Bandung turun langsung ke lapangan lewat Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat yang digadang-gadang sebagai gerakan nyata penyelamatan warga dari ancaman stroke pada lansia penderita hipertensi.
Program ini bukan sekadar kegiatan formalitas tetapi kolaborasi besar antara dunia pendidikan kesehatan dan pemerintah desa. Kepala Desa Bojong, Ketua PKK, dan para kader kesehatan ikut terlibat penuh, menjadikan kegiatan ini sebagai gerakan kesehatan terpadu yang jarang terjadi di tingkat desa.
Dalam pelaksanaannya, tim ahli kesehatan Poltekkes Kemenkes Bandung Kampus D, yakni Camalia Suhertini Sahat, M.Kep.Sp.MB, Susmadi, M.Kep, dan Ita Pursitasari, M.Kep.Sp.Kep.An, memimpin langsung proses edukasi dan pelatihan. Mereka didampingi puluhan mahasiswa keperawatan yang ikut memberikan penyuluhan, pendampingan, hingga asesmen kesehatan lansia.
Kegiatannya tidak main-main: mulai dari pelatihan kader kesehatan, penyuluhan pencegahan stroke khusus lansia hipertensi, hingga pemeriksaan kesehatan intensif di Posbindu Desa Bojong. Pada salah satu sesi, kegiatan bahkan berlangsung bersamaan dengan agenda pelayanan desa sehingga ratusan warga bisa mendapatkan informasi kesehatan tanpa harus menunggu atau mendaftar panjang.
Lebih dari sekadar acara sosial, program ini merupakan implementasi langsung dari Tridharma Perguruan Tinggi yang menekankan pengabdian nyata untuk masyarakat. Bahkan monitoring ketat dilakukan bersama kader dan mahasiswa guna menjamin perubahan perilaku kesehatan tidak berhenti setelah program selesai.
Harapan akhirnya jelas dan besar: Desa Bojong menjadi desa percontohan nasional dalam kolaborasi pendidikan tinggi dan pemerintah desa dalam mencegah stroke pada lansia.
Program ini diyakini akan menciptakan desa yang lebih sehat, lebih sadar penyakit, dan lebih mandiri dalam menjaga kesehatan warganya.|Cahyo*











