ROHIL, Radarjakarta.id – Di tengah ancaman perubahan iklim dan bahaya kebakaran hutan serta lahan yang terus membayangi Riau, Polsek Panipahan mengambil langkah berbeda. Bukan operasi penindakan, melainkan aksi nyata penyelamatan alam melalui Program Green Policing dengan penanaman pohon, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan ini dimulai sekitar pukul 09.30 WIB dan dipusatkan di Jalan Mesjid Taqwa, Panipahan Darat, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir. Ruang publik tersebut dipilih sebagai simbol komitmen bersama menjaga lingkungan dari kerusakan.
Program Green Policing menjadi bentuk dukungan langsung Polsek Panipahan terhadap kebijakan Kapolda Riau dalam pelestarian lingkungan hidup. Langkah ini tidak sekadar simbolik, tetapi diarahkan sebagai upaya konkret menghadapi krisis iklim, degradasi lingkungan, serta ancaman karhutla yang kian nyata.
Kapolsek Panipahan Robiansyah menegaskan bahwa Green Policing merupakan pendekatan pemolisian yang adaptif, humanis, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
“Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga memiliki tanggung jawab melindungi alam. Penanaman pohon ini diharapkan menumbuhkan kesadaran bersama untuk merawat lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan menjaga lingkungan tidak mungkin dicapai tanpa keterlibatan aktif masyarakat.
Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran Polsek Panipahan, termasuk Kanit Binmas F. Nasution, KA SPK I Kasno Saputra, para Bhabinkamtibmas, serta personel lainnya. Keterlibatan penuh aparat menunjukkan bahwa isu lingkungan kini menjadi perhatian serius institusi kepolisian.
Green Policing dipandang sebagai respons atas tantangan zaman, mulai dari perubahan iklim hingga persoalan sosial yang berakar pada kerusakan ekologi. Dengan pendekatan edukatif dan preventif, Polri diharapkan mampu menjadi motor perubahan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Polsek Panipahan berharap terbangun sinergi kuat antara polisi dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang hijau, aman, dan berkelanjutan di wilayah Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir.|Santi Sinaga*











