DEPOK, Radarjakarta.id – Pihak Kepolisian Polsek Cinere berhasil meringkus tiga pelaku pencurian bermotor yang beraksi di Kawasan Limo dan Cinere.
Kapolsek Cinere, AKP Pesta Hasiolan Siahaan kepada wartawan mengatakan komplotan spesialis pelaku curanmor berilmu kebal yang berhasil ditangkap anggota Polsek Cinere di daerah Kampung Rawa Kalong, RT 03 RW 09, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Kota Depok.
AKP Pesta Hasiolan Siahaan mengatakan ketiga pelaku yakni HDP, RF, dan MRA.
Ketiga pelaku merupakan warga Krukut dan Limo ini selama tiga bulan sudah mencuri motor.
Penangkapan pelaku berawal dari adanya laporan warga yang kehilangan satu unit motor di depan warungnya di kawasan Limo.
Lalu korban melaporkan kejadian tersebut ke pengurus RT lalu pihak Kepolisian Polsek Cinere.
Motor yang dicuri ternyata dipasang GPS dan GPS dimotor menunjukan berada disalah satu rumah kontrakan di Rawa Kalong,Grogol.
Kemudian bersama anggota Polisi lalu datang ke rumah kontrakan dan ditemukan motornya dengan motor lainnya.
Dan ketiga pelaku yang saat itu tengah terbaring langsung ditangkap.
“Selama tiga bulan beraksi pelaku sudah sebanyak 16 kali mencuri motor yang sedang diparkir di jalan,”katanya pada Rabu (11/6).
Dalam sehari sebagai kapten pelaku berinisial H bisa mencuri sampai dua atau tiga motor dalam hitungan jam saja.
Hasil curian motor pelaku, lanjut Pesta disimpan di parkiran kontrakan yang ada di Kampung Rawa Kalong.
Para pelaku mulai bermain selepas waktu magrib dan selesai pukul 22.00 WIB.
Motor yang habis dicuri sama pelaku ditaruh di parkiran kontrakan dan jika mau dijual ditampung di sebuah kebon kosong blok tangki daerah Meruyung, Kecamatan Limo, terlebih dahulu.
Motor curian sama pelaku dijual secara Cash On Delivery (COD) dengan dipasarkan online harga perunit motor dari Rp 1 sd Rp 2 juta.
“Dari 16 kali beraksi, barang bukti hasil pencurian motor yang berhasil disita ada 9 unit. Sisa motor curian sudah dijual dengan keuntungan dibagi sama para pelaku untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” tuturnya.
Adapun masing-masing peran dari para pelaku, lanjut Pesta, untuk pelaku HDP, 30 tahun, merupakan kapten yang mengeksekusi mencuri motor, RF, peran joki, dan MRA, bertugas untuk mengintai situasi.
“Pelaku hanya butuh waktu 3 detik untuk dapat mencuri motor yang dalam keadaan kekunci dengan sasaran parkir di pinggi jalan dengan mempergunakan kunci letter T,” tuturnya.
Ketiga pelaku masih bersaudara profesi pengamen dan sopir.
Dalam aksinya selalu membawa senjata api jenis air softgun dan mempergunakan senjata tajam jenis sangkur untuk mempertakut para korban.
“Senjata api jenis air softguns sudah rusak milik dari keluarga pelaku HDP merupakan bekerja jadi satpam sudah rusak. Pengakuan pelaku senjata dibawa untuk kepepet buat mengancam korban,” tambahnya.
Meski diketahui sebagai pemain baru, lanjut Pesta, ketiga pelaku mendapatkan keahlian mencuri motor dengan mempergunakan kunci t tutorial belajar melalui video streaming di media sosial.
“Hasil penggeledahan di kontrakan milik pelaku Heru saat digrebek petugas amankan barang bukti berupa kunci letter T, senjata api jenis air soft gun rusak, senjata tajam jenis sangkur, beberapa plat nomor copotan dari motor yang dicuri, anak mata kunci, STNK motor, juga kunci stop kontak motor,” paparnya.
Selain itu, tidak hanya mencuri dengan menggunakan kunci letter T.
Namun menurut Pesta jika ada kesempatan para pelaku mencuri motor yang dalam keadaan kunci terpasang juga saat sedang diparkir pinggir jalan.
“Lokasi beraksi pelaku dalam mencuri ada di kawasan Cinere, Limo, dan sebagian Kelurahan Mampang Kecamatan Pancoran Mas,” katanya.
Untuk total barang bukti motor curian ada sembilan unit rata-rata jenis matik.
Bagi masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan motor bisa mengecek langsung ke Polsek Cinere tentu dengan memperlihatkan dokumen surat kendaraan lengkap tanpa dikenakana biaya atau gratis.











