Polemik Krematorium Kalideres: DPRD DKI Turun Tangan, Warga Minta Izin Dicabut

banner 468x60

Perwakilan warga RW 17, Budi Sutarno, menyatakan bahwa masyarakat merasa tidak pernah dilibatkan secara menyeluruh dalam proses sosialisasi rencana pembangunan tersebut.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Kami sebagai warga menyatakan menolak dengan tegas pembangunan rumah duka dan krematorium di wilayah kami. Kami berharap izin pembangunan tersebut dapat dibatalkan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian warga baru mengetahui rencana pembangunan setelah melihat aktivitas alat berat di lokasi yang direncanakan menjadi tempat pembangunan fasilitas tersebut.

Kekhawatiran Orang Tua Murid terhadap Dampak Psikologis

Penolakan juga datang dari kalangan orang tua murid yang tergabung dalam aliansi orang tua dari sejumlah sekolah di sekitar lokasi pembangunan.

Perwakilan aliansi, Angelina, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan krematorium berada sangat dekat dengan fasilitas pendidikan.

Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan dampak psikologis bagi anak-anak yang setiap hari beraktivitas di lingkungan sekolah.

“Anak-anak membutuhkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi perkembangan mental mereka. Lokasi krematorium yang sangat dekat dengan sekolah tentu menimbulkan kekhawatiran bagi para orang tua,” katanya.

Angelina menyebutkan bahwa pihaknya telah mengumpulkan lebih dari 600 tanda tangan orang tua murid sebagai bentuk penolakan terhadap rencana pembangunan tersebut.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.