JAKARTA, Radarjakarta.id – Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri melakukan rotasi besar-besaran terhadap jajaran perwira dan personel di lingkungan Polda Metro Jaya. Sebanyak 175 anggota dimutasi berdasarkan Surat Telegram Nomor ST/89/I/KEP./2026 dan ST/90/I/KEP./2026 tertanggal 19 Januari 2026.
Dari jumlah tersebut, enam Perwira Menengah (Pamen) berpangkat AKBP mengalami pergeseran jabatan. Dua di antaranya ditempatkan menjadi Kapolsek di wilayah hukum strategis Jakarta.
Mutasi ini mencakup personel mulai dari pangkat Ipda hingga AKBP, termasuk sejumlah jabatan Kapolsek yang ikut bergeser.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto menegaskan bahwa rotasi merupakan mekanisme rutin dalam tubuh Polri.
“Mutasi merupakan agenda rutin guna penyegaran organisasi. Ini bagian dari pembinaan karier personel Polri, termasuk bentuk reward,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Daftar 6 AKBP yang Dimutasi
Berikut enam Pamen yang mengalami pergeseran jabatan:
AKBP Indra S. Tarigan
Jabatan lama: Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya
Jabatan baru: Penyidik Madya 5 Ditreskrimum Polda Metro Jaya
AKBP Bayu Kurniawan
Jabatan lama: Penyidik Madya 5 Ditreskrimum Polda Metro Jaya
Jabatan baru: Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur
AKBP Dicky Fertoftan Bachriel
Jabatan lama: Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur
Jabatan baru: Kasubdit 1 Ditressiber Polda Metro Jaya
AKBP Ardiansyah
Jabatan lama: Kapolsek Metro Setiabudi
Jabatan baru: Kabag SDM Polres Metro Jakarta Pusat
AKBP Riyanto
Jabatan lama: Kapolsek Metro Taman Sari
Jabatan baru: Kapolsek Metro Setiabudi
AKBP Nugrahadi
Jabatan lama: Pamen Polda Metro Jaya (pindahan dari Bareskrim Polri)
Jabatan baru: Kapolsek Kebayoran Baru
Sorotan: Dua AKBP Isi Posisi Kapolsek Strategis
Penempatan AKBP sebagai Kapolsek bukan hal baru di wilayah hukum Polda Metro Jaya, terutama di kawasan dengan tingkat kerawanan dan dinamika sosial tinggi seperti Setiabudi dan Kebayoran Baru.
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah penguatan komando di level Polsek, mengingat kompleksitas kasus yang kerap terjadi di wilayah tersebut, mulai dari kejahatan siber, narkotika, hingga kejahatan jalanan.
Rujukan dan Respons Media & Media Sosial
Berdasarkan pola pemberitaan di portautasi besar di lingkungan Polda Metro Jaya kerap dikaitkan dengan:
• Penyegaran organisasi pasca penanganan kasus besar
• Evaluasi kinerja tahunan
• Strategi penguatan pengamanan wilayah ibu kota
Sementara itu, berdasarkan pantauan media massa “Kapolsek Kebayoran Baru”, dan “AKBP dimutasi” menunjukkan peningkatan pencarian setiap kali terjadi rotasi besar.
Di platform media sosial seputar mutasi pejabat kepolisian umumnya dikemas dalam format video singkat informatif dan breaking news. Sementara percakapan publik cenderung berfokus pada evaluasi kinerja serta ekspektasi masyarakat terhadap pejabat baru.
Sejumlah warganet menilai rotasi ini sebagai langkah konsolidasi internal menghadapi tantangan keamanan 2026, sementara lainnya berharap pejabat baru mampu meningkatkan pelayanan publik dan respons cepat terhadap laporan masyarakat.
Mutasi sebagai Strategi Konsolidasi 2026
Secara institusional, rotasi jabatan di tubuh Polri merupakan bagian dari manajemen sumber daya manusia untuk menjaga dinamika organisasi tetap adaptif. Dengan total 175 personel yang bergeser, mutasi kali ini tergolong signifikan di awal tahun 2026.
Langkah ini sekaligus menjadi indikator bahwa Polda Metro Jaya tengah melakukan penguatan struktur di level operasional, khususnya pada fungsi reserse dan kewilayahan.
Mutasi bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan strategi penyegaran untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum ibu kota yang memiliki tingkat kompleksitas tertinggi di Indonesia.***











