DEPOK, Radarjakarta.id – Memperingati HUT Lalu Lintas ke-70, jajaran Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Depok melakukan sejumlah kegiatan santunan, membersihkan tempat ibadah, dan bagikan ratusan paket sembako di slum area.
Kepala Bagian Operasional (KBO) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Depok, Iptu Sally Muskita mengatakan perayaan HUT Lantas ke-70 yang jatuh pada tanggal 22 September 2025, sesuai arahan pimpinan Kasat Lantas Polres Metro Depok, Kompol Joko Sembodo menggelar bakti sosial dan santunan kepada yang membutuhkan.
“Rangkaian kegiatan telah dilaksanakan selama 3 hari, yaitu pertama dimulai dari santunan anak yatim di Yayasan Mizan Cinere, bersih-bersih tempat ibadah, dan pembagian 100 paket sembako ke slum area juga ojek online di Juanda,” ujarnya.
Menurut Sally, perayaan HUT Lantas ke-70 dilaksanakan secara sederhana tanpa mengurangi estitensi dengan harapan kedepan dapat meningkatkan pelayanan bagi masyarakat yang lebih baik lagi.
“Polisi Lalu Lintas di usia ke 70, diharapkan melalui kegiatan ini untuk membantu masyarakat, dan dapat merubah stigma negatif Polri lebih menjadi performa bagi anggota Satlantas Polres Metro Depok untuk lebih baik lagi,” tuturnya.
Upaya kehadiran polantas di masyarakat, lanjut Sally, bukan hanya sekedar tampil saja tapi juga dapat melakukan hal terbaik untuk pelayanan masyarakat.
“Berharap kedepannya polisi lalu lintas khususnya Satlantas Polres Metro Depok dapat semakin baik dan selalu ada untuk masyarakat,” tuturnya.
Terpisah salah satu penerima manfaat bantuan dari anggota Satlantas Polres Metro Depok, Rini, 35 tahun, tinggal di area slum area daerah Sukmajaya, mengatakan mengucapkan terima kasih kepada polisi khususnya Polantas Polres Metro Depok telah memberikan bantuan berupa paket sembako.
“Bantuan yang diberikan polisi ini sangat terbantu dan meringankan beban ekonomi juga,” ujarnya di lokasi acara Slum Area pemulung di RT 09 RW 02, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Senin, 22 September 2025.
Menurut Rini, baru setahun membantu suami Kusno, 40 tahun, ikut memulung, untuk penghasilan yang didapatkan tidak menentu.
“Kadang sepi, tapi kadang juga rame. Sehari jika mulung bantu suami dapat menghasilkan Rp 25 ribu kadang sama sekali pernah tidak dapat karena sedang sepi,” katanya.
Situasi ekonomi saat ini yang serba sulit, menurut Rini, dengan ada bantuan dari para dermawan seperti dari Polisi sangat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari.
“Paling tidak rutin selalu mendapatkan bantuan dari para dermawan termasuk polisi. Saat ini polisi sudah ada jika masyarakat dalam kesulitan, selain menjadi pelindung sebagai penegak hukum,” tuturnya.











