JAKARTA, Radarjakarta.id — PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Jawa Timur menggelar acara Safari Jurnalistik 2025 bertajuk “Menyalakan Sinergi, Mengalirkan Cerita yang Menginspirasi”. Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan institusional dengan insan media yang beroperasi di Surabaya dan Sidoarjo serta meningkatkan transparansi dan pemahaman publik mengenai operasional sistem ketenagalistrikan yang krusial di wilayah Jawa Timur, Madura, dan Bali (Jamali).
General Manager PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban (UIP2B) Jamali, Munawwar Furqan, menekankan bahwa media adalah mitra strategis yang tak terpisahkan dalam upaya PLN menjaga akuntabilitas dan menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Melalui kegiatan interaktif seperti Safari Jurnalistik ini, PLN ingin semakin memperkuat sinergi dengan rekan-rekan media.
Hal ini penting agar informasi yang diterima publik tidak hanya faktual dan akurat, tetapi juga mendukung pemahaman mengenai semangat transisi energi dan upaya menjaga keandalan sistem kelistrikan di seluruh wilayah Jamali. Munawwar menambahkan bahwa kesadaran publik yang tinggi terhadap isu energi akan mendukung program pemerintah menuju Net Zero Emission.
Dalam sesi pemaparan teknis, Manager PLN UP2B Jawa Timur, Ahmad Murdani, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi untuk menyebarkan informasi yang edukatif kepada masyarakat, khususnya mengenai kompleksitas sistem pengatur beban di wilayah Jawa Timur. PLN ingin masyarakat lebih memahami peran kritis PLN dalam menjaga keseimbangan dan keandalan pasokan listrik yang mereka nikmati setiap hari.
Murdani mengungkapkan data terkini mengenai bauran energi (energi mix) di wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali), yang saat ini masih didominasi oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan porsi sekitar 50 hingga 60 persen. Bauran energi tersebut disusul oleh pembangkit berbasis gas bumi, serta kontribusi dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).
“Secara keseluruhan, kontribusi energi terbarukan saat ini, termasuk PLTP, baru mencapai kisaran 9 hingga 11 persen. Namun, PLN terus berupaya keras meningkatkan porsi energi bersih ini sebagai komitmen nyata untuk mendukung target Net Zero Emission yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia,” tegas Murdani, menggarisbawahi tantangan transisi energi yang sedang dihadapi.
Ia juga menjelaskan pentingnya aliran daya listrik (ekspor-impor) antarwilayah dalam menjaga stabilitas sistem Jamali. Jawa Timur, misalnya, memiliki peran ganda; kerap menerima pasokan listrik dari wilayah Jawa Tengah yang seringkali memiliki surplus daya dari pembangkit-pembangkit besar seperti PLTU Batang, Adipala, dan Cilacap.
“Di sisi lain, Jawa Timur sendiri juga berperan sebagai penyuplai utama listrik ke Bali. Sistem interkoneksi ini harus dijaga keseimbangannya secara real-time dan teliti agar seluruh wilayah mendapatkan pasokan listrik yang andal dan aman tanpa gangguan berarti,” ungkapnya..
Untuk mendukung efisiensi operasional dan menekan Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik, PLN UP2B Jawa Timur menerapkan berbagai strategi manajerial dan teknis yang ketat. Strategi tersebut mencakup perencanaan jadwal pembangkitan yang sangat efektif, optimalisasi pemanfaatan pembangkit dengan biaya operasional yang paling rendah (low cost dispatch), hingga percepatan prosedur pemulihan jika terjadi gangguan sistem.
“Target operasional kami adalah menjaga agar BPP tetap berada di bawah harga jual listrik ke masyarakat. Namun, tantangan terbesar yang terus kami hadapi adalah fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat, mengingat sebagian besar kontrak pembelian bahan bakar primer, khususnya batu bara, masih terikat pada mata uang asing tersebut,” jelas Murdani.
Selain efisiensi operasional, Murdani menambahkan bahwa penguatan infrastruktur kelistrikan di Jawa Timur menjadi fokus investasi penting. Beberapa proyek strategis sedang dalam tahap perencanaan dan pembangunan, termasuk Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) di Waru, Alipuro, serta interkoneksi Bangil–Malang. Proyek-proyek ini bertujuan memperkuat subsistem Paiton, yang merupakan titik krusial dalam memasok listrik ke Pulau Bali.
Murdani juga menyoroti pertumbuhan tren kendaraan listrik di Indonesia sebagai peluang besar sekaligus tantangan adaptif bagi PLN. Ini membuka peluang besar bagi PLN untuk menjual listrik lebih banyak, yang secara simultan juga mendukung upaya nasional mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi. Hal ini menuntut PLN untuk memiliki sistem prediksi beban yang jauh lebih canggih dan perencanaan infrastruktur yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan perilaku konsumen.
Melalui keberlanjutan Safari Jurnalistik ini, PLN UP2B Jawa Timur berharap kolaborasi dengan media dapat terus menyala, menghasilkan informasi yang inspiratif dan menumbuhkan kesadaran publik yang mendalam tentang pentingnya transisi energi bersih dan keandalan sistem. Selain itu juga mengalirkan cerita yang menginspirasi publik untuk menyongsong masa depan energi Indonesia yang lebih hijau, andal, dan berkelanjutan.***











