BREBES, Radarjakarta.id – Suasana semarak karnaval peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, mendadak berubah duka. Seorang peserta bernama Pranoto (37), warga setempat, meninggal dunia setelah terjatuh dari atas sound horeg yang diangkut mobil pick-up, Senin (19/8).
Awalnya, Pranoto tampak gagah berdiri di atas sound system sambil mengibarkan bendera Merah Putih. Namun, saat berusaha membetulkan tali sepatu yang terlepas, ia kehilangan keseimbangan. Dalam hitungan detik, tubuhnya terjungkal menghantam aspal di tengah sorak-sorai penonton.
Warga yang panik segera mengevakuasi korban ke RS Bhakti Asih Brebes. Namun, nyawanya tak tertolong meski sempat mendapat perawatan intensif.
“Korban mengalami perdarahan otak, luka di dagu, serta pendarahan dari hidung. Saat tiba di rumah sakit, kondisinya sudah tidak sadarkan diri,” ujar Humas RS Bhakti Asih, Mohammad Ikbal, Selasa (20/8).
Jenazah Pranoto telah dimakamkan di pemakaman umum Desa Banjaratma dengan suasana haru. Warga dan keluarga yang sebelumnya larut dalam gegap gempita karnaval kini tenggelam dalam duka mendalam.
Menurut Ikbal, sebenarnya korban telah diingatkan agar tidak menaiki sound horeg. “Tapi, ya, itu yang namanya takdir,” ujarnya lirih.
Insiden tragis ini viral di media sosial dan menjadi perbincangan warganet. Banyak yang menyoroti bahaya penggunaan sound horeg dalam arak-arakan karnaval tanpa pengamanan memadai.***
Peserta Karnaval HUT ke-80 RI di Brebes Tewas Terjatuh dari Sound Horeg










