BANYUWANGI, Radarjakarta.id – Di Indonesia, terdapat berbagai macam pernikahan adat yang memperlihatkan keberagaman budaya dan tradisi setiap daerah. Salah satu pernikahan adat yang khas adalah pernikahan adat Jawa. Pernikahan adat Jawa memiliki urutan proses yang harus diikuti dengan saksama dan kaya akan makna simbolis.
Pernikahan bukan hanya sekedar proses menyatukan dua individu, tetapi juga merupakan awal dari kehidupan baru bersama dalam ikatan perkawinan. Pernikahan adat Jawa memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat di Jawa. Setiap tahapan dalam pernikahan adat Jawa memiliki makna filosofis dan nilai-nilai kehidupan yang diturunkan dari leluhur kepada generasi selanjutnya.
Ngunduh mantu adalah sebuah prosesi adat Jawa yang berarti “memanen atau menerima menantu,” yaitu acara adat di mana keluarga besar pengantin pria menjemput dan menyambut mempelai wanita secara resmi sebagai anggota keluarga baru di kediaman mereka, biasanya beberapa hari setelah pernikahan utama, sebagai bentuk penghormatan dan pengesahan status pernikahan secara adat.
Tujuan ngundhuh mantu adalah untuk mengumumkan kepada tetangga mempelai pria bahwa ia sudah mempunyai istri sah dan siap untuk menjadi pelindung bagi istri dan anak-anak nantinya.
Ibadat ngunduh mantu berintikan pada doa syukur kepada Tuhan atas anugerah keluarga baru bagi Gereja dan masyarakat, seraya memohon perlindungan dan berkat Tuhan bagi perjalanan hidup keluarga baru ini.
Seperti pada pernikahan Laurentius Patria Pangestu Widodo, Putra Kedua dari Yohanes Sugeng Indra Widodo danYohana Watini Vitrianti
Dengan Pave Devi Purgativa Putri Pertama dari Bapak
Paulus Warsono Broto dan Ibu Veronica Erna Damayanti.
Dengan Sakramen Pernikahan pada
26 November 2025
Gereja Katolik Katedral Jakarta Pusat
Sedangkan Resepsi Ngunduh Mantu
Pada hari Sabtu, 27 Desember 2025
Bertempat di Garasi Baru Ekspedisi H.Bagong Purwoharjo
Sebelah Timur Gereja Katolik Stasi Purwoharjo, RT 01 RW 02 Dusun Krajan Purwoharjo Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi.
Sanak saudara dan handai taulan hadir di pernikahan Patria dan Devi ini, yang unik semua saudara bisa bertemu di pernikahan ini dalam nuansa hari raya Natal 2025.
Bagyo mengatakan, Natal hari ini kita semua bisa bertemu saudara yang jauh diacara ngunduh mantu saudara kami, dalam nuansa Natal. Dan ini jarang terjadi semoga pasangan pengantin Patria dan Deva, awal dari doa dan harapan tulus untuk kehidupan baru mereka.
Doa saya semoga kalian berdua selalu berjodoh sampai di surga, bukan cuma di dunia,ujarnya.| Bagus Wirawiri*











