SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA — Perayaan Tahun Baru Imlek di lingkungan Sampoerna Academy tahun ini tidak berhenti pada seremoni budaya. Bertepatan dengan Hari Kanker Anak Sedunia yang diperingati setiap 15 Februari, jaringan sekolah berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts & Mathematics) itu menyalurkan donasi kepada Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Cabang Surabaya.
Donasi tersebut dihimpun dari sebagian hasil penjualan tiket pertunjukan teater bertajuk “Mulan: An Inspired Adaptation” yang digelar di kampus Surabaya. Kegiatan ini melibatkan sekitar 450 siswa dan menjadi bagian dari perayaan Lunar New Year yang rutin diselenggarakan setiap tahun di seluruh kampus Sampoerna Academy.
Perwakilan YKAKI Cabang Surabaya, Susi Khomariya, menyampaikan apresiasinya atas dukungan tersebut. Ia mengatakan kepedulian para siswa dan pihak sekolah memberi semangat tambahan bagi anak-anak yang tengah menjalani pengobatan kanker.
“Kami sangat terharu atas kepedulian Sampoerna Academy terhadap anak-anak pejuang kanker. Semoga siswa-siswi Sampoerna Academy tumbuh menjadi generasi pemimpin yang berkarakter dan mampu membawa dampak positif bagi sesama,” kata Susi dalam keterangan tertulis.
National Principal Sampoerna Academy Surabaya Grand Pakuwon, Maharsi Palupining Rini, mengatakan inisiatif ini menjadi sarana pembelajaran nilai empati secara langsung bagi siswa. Menurut dia, kepedulian sosial tidak cukup diajarkan secara konseptual di ruang kelas, tetapi perlu dipraktikkan dalam kehidupan nyata.
“Ketika siswa memahami bahwa ada anak-anak lain yang tidak memiliki kesempatan yang sama karena sedang berjuang melawan kanker, perspektif mereka berubah. Mereka terdorong untuk berbagi kegembiraan dan harapan melalui pertunjukan ini,” ujar Maharsi.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan nilai IGNITE—Integrity, Growth Mindset, Nobility, Innovation, Team Work, dan Excellence—yang diterapkan di sekolah. Dua nilai yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah integritas dan budi luhur.
Perayaan Lunar New Year di Sampoerna Academy juga merupakan bagian dari program trilingual yang mencakup Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin. Melalui rangkaian kegiatan seperti pertunjukan seni, lokakarya budaya, dan bazar, siswa didorong memahami keberagaman sekaligus mengasah keterampilan lintas budaya.
Pertunjukan “Mulan” dipilih karena dinilai merepresentasikan nilai keberanian, ketangguhan, kepemimpinan, dan kemandirian—karakter yang selaras dengan semangat Tahun Kuda Api. Para siswa terlibat dalam seluruh proses produksi, mulai dari latihan dialog dan koreografi hingga pengelolaan waktu antara akademik dan latihan.
Menurut Maharsi, pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, melainkan juga pembentukan karakter. “Kami ingin membentuk pemimpin masa depan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki empati dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, perayaan Imlek di lingkungan sekolah tersebut tidak sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan juga momentum untuk menumbuhkan kesadaran sosial di kalangan siswa—bahwa keberhasilan dan kegembiraan dapat dibagikan kepada mereka yang tengah berjuang.










