MEDAN, Radarjakarta.id – Pemerintah Kota Medan menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi di Lapangan Sepak Bola Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Senin (2/2/2026). Kegiatan keagamaan ini dihadiri ribuan warga dari berbagai wilayah di Kota Medan sebagai bagian dari agenda spiritual tahunan pemerintah daerah.
Peringatan Isra Mi’raj tersebut diselenggarakan langsung oleh Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Walikota Medan H. Zakiyuddin Harahap, sebagaimana tercantum dalam materi publikasi resmi kegiatan. Kehadiran unsur pimpinan daerah ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Medan dalam mendukung penguatan nilai keagamaan dan kebersamaan sosial di tengah masyarakat.
Acara dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan rangkaian pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa bersama, serta tausiyah keagamaan. Ustadz Jufri CHSI S.Ag M.Pd didapuk sebagai penceramah utama, menyampaikan pesan-pesan spiritual tentang makna Isra Mi’raj sebagai tonggak perintah salat dan perjalanan iman Nabi Muhammad SAW.
Dalam tausiyahnya, penceramah mengajak umat Islam menjadikan Isra Mi’raj sebagai momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kepedulian sosial, serta meneguhkan sikap tawakal kepada Allah SWT di tengah tantangan kehidupan modern yang semakin kompleks.
Isra Mi’raj sendiri merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam, yakni perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha, yang menjadi dasar ditetapkannya kewajiban salat lima waktu bagi umat Islam. Peringatan ini rutin dilakukan sebagai sarana refleksi keimanan dan pembinaan akhlak umat.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi. Sejumlah warga mengaku kegiatan ini memberi ruang kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menjadi sarana penguatan nilai moral dan spiritual di lingkungan perkotaan.
Pemerintah Kota Medan berharap peringatan Isra Mi’raj tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu membentuk kesadaran kolektif untuk memperkuat nilai religius, toleransi, serta kepedulian sosial sebagai fondasi pembangunan kota yang berkarakter.
Melalui kegiatan ini, Pemko Medan menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pada pembinaan mental dan spiritual masyarakat sebagai bagian dari visi Medan yang inklusif dan berkeadaban. | Dita*











