Acara pembukaan konferensi internasional itu berlangsung meriah dengan hadirnya tari tarian Bali dan peragaan busana karya Nina Nugroho Collection yang menampilkan berbagai busana pekerja wanita karir.

Menghindari Konflik Kepentingan
Menurut Prof. Ritonga, konferensi internasional di Bali tersebut diadakan karena adanya kewajiban bagi para pengelola jurnal sebagai dosen ilmu komunikasi melakukan penelitian, namun hasil penelitiannya tidak bisa diterbitkan di jurnal yang dikelola sendiri.
“Ada conflict of interest bila diterbitkan di jurnal sendiri,” kata Prof. Ritonga yang juga Kepala Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma, Jakarta.
Untuk menghindari benturan kepentingan, maka artikel yang dihasilkan oleh para pengelola jurnal tersebut kemudian diterbitkan di jurnal berbeda. “Dengan begitu pengelola terhindar dari konflik kepentingan, sebab artikelnya terbit di jurnal yang tidak dia kelola,” ujar Prof. Ritonga.
Menurut Ketua Umum APJIKI, animo peserta untuk mengikuti konferensi cukup tinggi. Anggota APJIKI berjumlah 184 artikel, dan sebanyak 99 artikel terpilih untuk diterbitkan di jurnal-jurnal komunikasi yang terakreditasi Sinta.
Terpilih sebagai presenter terbaik pada konferensi yang disponsori PT Jasa Marga, Bank BRI dan BPJS Kesehatan itu adalah Devi Wening Astari dari Universitas Amikom Yogyakarta; Aprilianti Pratiwi dari Universitas Pancasila; Safira Hasna dari Universitas Al- Azhar, dan Kho Gerson Ralph Manuel dari Universitas Bunda.
Sementara itu pada 24 November 2023 diadakan Coaching Clinic untuk menyiapkan jurnal ilmu komunikasi menuju Scopus di Universitas Pendidikan Nasional dengan pembicara Yoga Dwi Arianda, Koordinator Jurnal dan Publikasi Ilmiah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Publikasi. dan. Dr. Uwes Fatoni dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung. |Eka*
Sementara itu pada 24 November 2023 diadakan Coaching Clinic untuk menyiapkan jurnal ilmu komunikasi menuju Scopus di Universitas Pendidikan Nasional dengan pembicara Yoga Dwi Arianda, Koordinator Jurnal dan Publikasi Ilmiah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Publikasi. dan. Dr. Uwes Fatoni dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung. |Eka*










