INDRAMAYU, RadarJakarta.id – Indonesia kembali diguncang kasus pembunuhan paling keji sepanjang 2025. Satu keluarga di Indramayu, terdiri dari lima orang seorang kakek, pasangan suami istri, serta dua anak kecil, termasuk bayi berusia 8 bulan ditemukan terkubur dalam satu lubang di belakang rumah mereka, Jalan Siliwangi, Kelurahan Paoman.
Polisi bergerak cepat. Hanya dalam waktu kurang dari dua pekan, Satreskrim Polres Indramayu berhasil menangkap dua terduga pelaku berinisial R dan P pada Senin (8/9/2025) dini hari, pukul 03.00 WIB, di wilayah Kedokan Bunder. Keduanya ditembak karena melawan saat penangkapan.
Identitas Korban:
H. Sahroni bin almarhum H. Toyib (75) – pensiunan bank BUMN sekaligus pemilik rumah.
Budi Awalludin (45) – anak pertama Sahroni, pengusaha toko beras, eks pegawai bank.
Euis (40) – istri Budi, ibu rumah tangga.
Ratu (6) – anak pertama pasangan Budi dan Euis.
Bela (8 bulan) – bayi mungil, anak kedua pasangan Budi dan Euis.
Kelima korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, ditumpuk dalam satu liang di belakang rumah. Fakta ini membuat publik terhenyak dan marah.
Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Muchammad Arwin Bachar, mengungkapkan bahwa salah satu pelaku merupakan mantan rekan kerja Budi ketika sama-sama bekerja di sebuah bank.
“Hubungan mereka hanya sebatas rekan kerja, tidak ada hubungan keluarga. Motif masih terus kami dalami,” tegas Arwin dalam konferensi pers.
Kriminolog Haniva Hasna menilai, fakta tidak adanya barang berharga yang hilang menunjukkan kuat dugaan motif dendam atau sakit hati. “Ini bukan murni perampokan. Ada motif personal. Pelaku bahkan sempat berencana kembali ke TKP,” ujarnya.
Setelah melakukan pembunuhan sadis, kedua pelaku sempat melarikan diri ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun karena kebingungan dan kehabisan akal, mereka kembali lagi ke Indramayu. “Akhirnya kami bisa melacak dan melumpuhkan keduanya di Kedokan Bunder,” jelas Arwin.
Kasus ini membuat geger Jawa Barat dan nasional. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan apresiasi tinggi kepada kepolisian.
“Dalam tempo singkat, polisi berhasil mengungkap tragedi ini. Semoga para pelaku mendapat hukuman setimpal. Rakyat butuh keadilan!” tulisnya di akun Instagram resminya.
Pembantaian sekeluarga di Indramayu ini bukan sekadar kasus kriminal biasa, melainkan tragedi kemanusiaan yang mengiris hati. Publik menuntut polisi mengusut tuntas hingga akar permasalahan dan memastikan pelaku dihukum seberat-beratnya.
Kasus ini menjadi pengingat betapa kejamnya sisi gelap manusia. Lima nyawa terenggut hanya karena dendam lama, sementara seorang bayi tak berdosa menjadi korban termuda dalam tragedi berdarah ini.***
Pembantai Satu Keluarga Indramayu Akhirnya Tertangkap










