CILEGON, Radarjakarta.id — Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, literasi sosial dan finansial menjadi bekal penting bagi anak-anak untuk tumbuh sebagai pribadi yang bijak, berdaya, dan mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Menyadari hal ini, Yasmin bekerja sama dengan Aflatoun dan didukung oleh Botnar Foundation menggelar Training Literasi Sosial dan Finansial dengan Pendekatan Deep Learning di Greenotel, Cilegon.
Pelatihan ini diikuti oleh 21 guru dari jenjang MIN, MTs, dan MA se-Kota Cilegon. Tujuannya jelas: memperkuat kapasitas guru dalam menanamkan nilai-nilai literasi sosial dan finansial secara mendalam kepada siswa melalui pendekatan pembelajaran yang bermakna.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Cilegon, H. Soleh Gunawan, S.Ag., M.E., dan dihadiri pula oleh para pengawas serta asesor Dr. Zaitty Musafiroch, M.Pd. Dalam sambutannya, H. Soleh menegaskan komitmen Kemenag Kota Cilegon dalam mendukung penguatan karakter dan kecerdasan finansial di madrasah.
“Dukungan ini adalah bagian dari upaya membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga matang secara emosional dan finansial,” tegasnya.
Lebih dari Sekadar Teori: Deep Learning yang Membumi
Dalam pelatihan ini, para guru diajak memahami bahwa literasi finansial bukan sekadar soal menabung. Lebih jauh, literasi ini mencakup kemampuan mengelola keinginan, menunda kesenangan (delayed gratification), menetapkan prioritas, hingga menyusun perencanaan masa depan. Sementara itu, literasi sosial mengasah empati, tanggung jawab sosial, dan kesadaran untuk menjadi bagian dari solusi bagi masalah di sekitar.
Berbeda dari pelatihan konvensional, pendekatan Deep Learning yang digunakan menekankan pada curiosity, meaningful learning, dan mindful learning. Guru tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengalami langsung bagaimana pembelajaran yang dalam dan menyenangkan dapat diterapkan di kelas.
Setiap sesi diwarnai dengan aktivitas kreatif, diskusi kelompok, simulasi keuangan, refleksi diri, serta permainan edukatif yang membangkitkan semangat dan keterlibatan aktif para peserta.
Mengajar dengan CINTA, Mendidik dengan Hati
Sulistiyo, Manajer Program Amal Khair Yasmin sekaligus Master Trainer Aflatoun Internasional, menyampaikan bahwa pendekatan pembelajaran yang dilandasi nilai-nilai CINTA (Compassion) adalah kunci dalam membentuk karakter anak yang utuh—baik dari sisi akademik maupun emosional.
“Mengajar dengan cinta akan melahirkan anak-anak yang hebat. Mereka bukan hanya cerdas, tapi juga berakhlak mulia dan penuh kasih,” ujar Sulistiyo.
Ia menambahkan bahwa pembelajaran harus dirancang menyenangkan dan bermakna agar nilai-nilai yang diajarkan benar-benar melekat dalam diri siswa dan menjadi bagian dari karakter mereka.
Antusiasme Guru dan Energi Positif
Selama dua hari pelatihan, suasana penuh semangat dan welas asih begitu terasa. Para peserta terlihat antusias dan sumringah mengikuti setiap sesi yang mengalir hangat dan kolaboratif. Banyak peserta mengungkapkan rasa syukur atas pengalaman belajar yang menyentuh hati dan menginspirasi.
Salah satu peserta menyampaikan apresiasi kepada para fasilitator seperti Dr. Zaitty Musafiroch, Ibu Mastufah, dan tim TOT Cilegon 2 yang telah mendampingi dengan semangat luar biasa.
“Kami belajar bukan hanya untuk mengajar, tapi untuk mendampingi siswa dengan hati dan cinta. Terima kasih atas pengalaman berharga ini,” ucapnya. | Aji*
Pelatihan Literasi Sosial dan Finansial Guru Madrasah










