Pelatih PSPS Ilham Romadhona Mundur Usai Desakan Suporter

banner 468x60

PEKANBARU, Radarjakarta.id – PSPS Riau diguncang drama besar di awal musim Liga 2 2025/2026. Pelatih kepala Ilham Romadhona resmi menyatakan mundur setelah mendapat desakan keras dari suporter di Stadion Kaharuddin Nasution, Sabtu (20/9).

Laskar Bertuah sebenarnya sempat unggul 3-1 atas PSMS Medan. Namun, petaka datang di menit akhir ketika tim tamu mencetak dua gol penyeimbang. Skor imbang 3-3 membuat ribuan suporter marah dan menuntut Ilham segera angkat kaki dari kursi pelatih.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam video yang beredar luas di media sosial, Ilham berdiri di hadapan suporter dan menyampaikan pernyataan mengejutkan. “Apapun itu saya yang bertanggung jawab. Kalau hari ini saya diminta angkat kaki, saya angkat kaki,” ujarnya lantang, yang langsung disambut sorakan pendukung.

Kemarahan suporter tidak lepas dari hasil buruk di dua laga awal. Pada pertandingan perdana, PSPS dibantai 0-4 oleh FC Bekasi City. Start tanpa kemenangan ini dinilai mempermalukan marwah sepak bola Riau, sehingga tuntutan agar Ilham mundur makin tak terbendung.

Tidak hanya Ilham, Direktur Teknik PSPS sekaligus legenda timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, juga turut meminta maaf. Ia bahkan menyatakan siap mundur jika diminta. “Marwah Riau adalah segalanya. Kalau menginginkan saya mundur, saya siap mundur sekarang juga,” ucapnya di hadapan suporter.

Meski demikian, sorotan utama tetap tertuju pada Ilham. Suporter tampak masih memberi ruang bagi Kurniawan untuk bertahan, sementara tekanan agar pelatih utama segera mundur makin menguat. Ucapan Ilham di hadapan publik pun dianggap sebagai pengunduran diri terbuka.

Di sisi lain, owner PSPS, Gede Widiade, memilih menahan diri. Ia menyebut akan memanggil seluruh tim ke Jakarta pekan depan untuk mengevaluasi masalah secara menyeluruh. “Soal pecat gampang. Tapi kita harus tahu dulu kelemahannya apa, masalahnya apa. Jangan gegabah,” kata Gede.

Dengan hanya meraih satu poin dari dua laga awal, posisi PSPS Riau kini dalam sorotan besar. Nasib Ilham Romadhona hampir pasti berakhir, dan Laskar Bertuah terancam harus mencari nakhoda baru lebih cepat dari yang direncanakan. Situasi panas ini membuat masa depan PSPS di Liga 2 2025/2026 kian penuh tanda tanya.|Santi Sinaga*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.