JAKARTA, Radarjakarta.id – Kolaborasi Tievel Unity Indonesia Foundation (TUIF) dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI melalui Asisten Deputi Bidang Tenaga dan Organisasi Pembudayaan Olahraga, serta Yamaha Music Indonesia menggelar Kegiatan Pelatihan Pelatih Tingkat Nasional untuk para pelatih Marching Band level D (Basic) Batch 2.
Pelatihan yang diikuti oleh para pelatih dari 15 Provinsi di Indonesia yang terdaftar dan terverifikasi ini dilaksanakan mulai tanggal 8 – 10 Desember 2025 di Yamaha Music Center Building di Jalan Gatot Subroto, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Asisten Deputi Bidang Tenaga dan Organisasi Pembudayaan Olahraga, H. Khairil Adha, S.Pd., MSi., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Asisten Deputi Bidang Tenaga dan Organisasi Pembudayaan Olahraga yang berada di bawah Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, yang mengacu pada Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2025 tentang Uraian Fungsi Susunan Organisasi di Lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
“Untuk membudayakan olahraga di tengah masyarakat, diperlukan ekosistem pembinaan yang terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis ilmu pengetahuan. Di balik setiap komunitas olahraga yang aktif, terdapat pelatih atau instruktur yang berdedikasi serta organisasi yang saling mendukung. Pelatih tidak hanya mengajarkan teknik, tetapi juga menjadi penggerak perilaku hidup aktif sebagai motivator, mentor, dan fasilitator kegiatan yang aman, inklusif, dan menyenangkan. Dengan tenaga pelatih yang kompeten dan lingkungan organisasi yang tertata, pembudayaan olahraga dapat tumbuh lebih luas, meningkatkan partisipasi, serta memperkuat kesehatan, kebugaran, dan karakter masyarakat” ujarnya.
Sementara itu Ketua Umum Tievel Unity Indonesia Foundation Fanny Fatriani Syarifudin Alambai mengatakan antusiasme peserta pelatihan ditunjukkan melalui partisipasi aktif, semangat belajar, dan motivasi tinggi untuk meningkatkan keterampilan, yang pada akhirnya berdampak positif pada produktivitas dan kepercayaan diri mereka.
“Alhamdulillah para peserta ingin menunjukkan motivasi tinggi untuk belajar dan mengembangkan diri, baik dari sisi teknis maupun mental. Mereka memiliki keinginan yang tinggi untuk berkembang sehingga mereka menggunakan pelatihan sebagai bekal untuk meningkatkan keterampilan, membuka peluang usaha, atau menjadi lebih produktif di pekerjaan mereka,” tutur Fanny, Senin, (8/12/2025).
Menurut Fanny, untuk menciptakan pelatih Marching Band berintegritas dan kompeten, Pelatihan Level Nasional Para Pelatih Marching Band yang digelar Kemenpora RI dan Tievel Unity Indonesia Foundation (TUIF) tersebut akan diterapkan pre dan post test.
Tak hanya itu, Fanny juga mengatakan bahwa pelatihan tersebut bertujuan menambah keterampilan yang lebih luas dan pengetahuan yang diperbarui untuk membuat para pelatih mampu menghasilkan output yang lebih berkualitas. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri peserta dalam menghadapi tantangan pekerjaan. Usai pelatihan, para peserta akan mendapatkan sertifikat resmi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.
Bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang diperingati setiap tanggal 3 Desember sekaligus mendukung penuh Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) penyandang disabilitas, serta sebagai wujud kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat guna mendukung ekosistem pendidikan inklusif, maka pembukaan acara Pelatihan Level Nasional Para Pelatih Marching Band dibuka dengan persembahan penampilan unit Marching Band dari IVIMB (Indonesia Visually Impaired Marching Band) dimana semua para pemainnya merupakan penyandang tuna netra.
“Tuna Netra adalah disabilitas pengelihatan, oleh karenanya Tievel Unity Indonesia Foundation juga memberdayakan para tuna netra untuk ikut diberi kesempatan yang sama pada salah satu cabang olahraga masyakakat yakni Marching Band. Mereka masuk dalam binaan TMC (Tievel Marching Corps) dibawah manajemen TUIF sesuai dengan tema peringatan hari disabilitas internasional tahun 2025 yakni ‘Membina masyarakat yang inklusif disabilitas untuk memajukan kemajuan sosial’ sebagaimana dilansir ECOSOC PBB (Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa), badan utama PBB yang mengoordinasikan pekerjaan terkait ekonomi, sosial, dan lingkungan global,“ pungkas Fanny.











