Radarjakarta.id | JAKARTA – Kebiasaan makan dan minum sambil berdiri cenderung dianggap tidak sesuai dengan norma kesopanan yang ada di masyarakat. Dari sisi medis pun ternyata kebiasaan ini juga memiliki dampak yang buruk untuk kesehatan tubuh, lho!
Saat bekerja, mungkin kamu harus bergerak dengan cepat untuk mengejar waktu. Sehingga semua harus dikerjakan secara ringkas baik untuk makan dan minum. Dengan begitu, kamu terbiasa untuk makan dan minum dengan posisi berdiri. Padahal, kebiasaan tersebut juga dianggap bukan sesuatu yang sopan untuk dilakukan.
Ternyata, kebiasaan makan dan minum sambil berdiri dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, lho. Selain saat bekerja, kamu mungkin melakukan kebiasaan tersebut saat menghadiri acara pernikahan dan lainnya. Maka dari itu, penting untuk mengetahui beberapa dampak yang terjadi akibat minum sambil berdiri.
Memang sulit untuk mengubah kebiasaan yang dilakukan sehari-hari, seperti halnya minum sambil berdiri. Namun, hal tersebut patut dilakukan agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.
Pasalnya, setiap orang harus menjaga tubuhnya agar tetap terhidrasi untuk kelangsungan hidup. Setiap hari, kamu harus mengonsumsi paling tidak 8 gelas per harinya. Dengan begitu sering melakukan hal tersebut, dampak buruk dapat terjadi dengan cepat. Seseorang yang kerap minum dalam posisi berdiri sangat memengaruhi kesehatan.
Minum sambil berdiri dapat membuat air mengalir dengan tekanan. Hal tersebut dapat menyebabkan tubuh kesulitan untuk menyerap nutrisi apa pun dan akhirnya memengaruhi kesehatan perut dalam jangka panjang. Pada akhirnya menghambat pencernaan yang rentan menyebabkan berbagai gangguan pada perut.
Dampak buruk lainnya dari minum sambil berdiri adalah gangguan pada sendi. Salah satu gangguan yang dapat terjadi karena kebiasaan tersebut adalah arthritis.
Walau begitu, ternyata hal tersebut tidak tepat. Meski berdampak buruk pada sendi belum tentu dapat menyebabkan terjadinya arthritis karena belum ada bukti ilmiah tentang hal tersebut. Dampak yang lebih parah disebabkan kebiasaan tersebut adalah masalah pada paru-paru dan jantung.











