Radarjakarta.id | BALI – Menghadapi momen perayaan Hari Raya Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru), PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Bali melakukan siaga kelistrikan sejak 18 Desember 2023 hingga 8 Januari 2024. Selain aktivitas mudik, Pulau Bali juga akan disibukkan dengan meningkatnya kedatangan wisatawan yang akan berlibur selama perayaan Nataru.
Dinas Pariwisata Provinsi Bali mencatat kunjungan wisatawan mancanegara telah mencapai 4,8 juta sampai akhir November 2023, dan diprediksi akan melonjak hingga 5,5 juta wisatawan selama masa liburan Nataru tahun ini.
Untuk mendukung kenyamanan wisatawan selama libur Nataru di Bali, PLN UP2B Bali melakukan sejumlah persiapan guna memastikan layanan listrik tetap andal, termasuk antisipasi adanya sejumlah kendala teknis dengan menerjunkan personil pengamanan listrik.
Ahmad Murdani, PLT Manager PLN UP2B Bali, menyampaikan bahwa seluruh unit PLN di Bali telah bersinergi dengan mengerahkan 1.037 personil untuk siaga Nataru 2023 ini. Jumlah personil tersebut terdiri dari 24 personil untuk menjaga keandalan operasi sistem, 94 personil untuk menjaga keandalan pembangkit, 174 personil untuk menjaga keandalan jaringan transmisi, serta 745 personil untuk menjaga keandalan jaringan distribusi.
“Sejumlah personil tersebut akan siaga selama 24 jam untuk menjaga sistem kelistrikan Bali tetap aman. Bersama dengan PLN Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bali, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali, dan sejumlah pembangkit, kami juga telah menyiapkan Posko Keandalan Sistem Kelistrikan di beberapa titik yang krusial,” ujar Murdani.
Selain siaga personil, PLN UP2B Bali juga sudah melaksanakan berbagai simulasi untuk mengantisipasi terjadinya kendala teknis selama momen Nataru ini. Sebelum masa siaga, PLN UP2B Bali sudah menggelar simulasi uji house load dan blackstart di sejumlah pembangkit di Bali untuk memastikan kesiapan pembangkit dalam percepatan pemulihan jika terjadi gangguan pada sistem kelistrikan di Bali.
Terkait penggunaan energi listrik, Murdani menjelaskan bahwa beban puncak di Bali terjadi pada bulan November 2023 yang lalu sebesar 1.055 Megawatt (MW). Sedangkan pada hari H Natal 2023, beban puncak diprediksi akan mengalami penurunan menjadi sekitar 895 MW karena banyaknya masyarakat yang melaksanakan mudik dan tutupnya aktivitas perkantoran dan bisnis. Setelah hari H perayaan Natal, pemakaian energi listrik diprediksi akan mengalami kenaikan seiring meningkatnya kedatangan wisatawan ke Bali.
Dengan daya mampu sistem kelistrikan Bali sebesar 1.391 MW, PLN UP2B Bali memastikan pasokan tenaga listrik selama periode Natal dan Tahun Baru dan seterusnya akan tetap aman karena jauh lebih tinggi dari pada beban puncak.
Munawwar Furqan selaku General Manger PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura dan Bali (UIP2B JAMALI) menyatakan komitmen PLN UIP2B JAMALI dalam menjaga keandalan pasokan listrik selama perayaan natal dan tahun baru.
“PLN UIP2B JAMALI selalu berkomitmen untuk menjaga kenyamanan dan keamanan listrik di wilayah Jawa Bali termasuk selama liburan Natal dan Tahun Baru di daerah Bali ini. Dengan berbagai persiapan kesiapsiagaan yang matang, kami memastikan perayaan ini bisa bersinar tanpa kegelapan, memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat dalam merayakan dan juga menyambut liburan,” ungkap Munawwar. | Eka*











