Pasokan Gas 3 Kg hingga Sembako di Depok Dipastikan Aman

Pasokan Gas 3 Kg hingga Sembako di Depok Dipastikan Aman
Pasokan Gas 3 Kg hingga Sembako di Depok Dipastikan Aman
banner 468x60

DEPOK, Radarjakarta.id – Pasokan Gas Elpiji 3 Kg hingga sembilan bahan pokok di Kota Depok selama bulan Ramadan 2026 dipastikan aman.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Kota Depok Valdarama Setiawan kepada wartawan mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah menjamin kebutuhan masyarakat terhadap gas 3 Kg terpenuhi sepanjang bulan Ramadan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dia menegaskan bahwa ketersediaan Gas Elpiji 3 Kg atau gas bersubsidi di wilayah Depok saat ini dalam keadaan aman.

“Sangat-sangat aman, berdasarkan hasil pemantauan lapangan dari tim kami,” katanya.

Dukungan dari dinas terkait dan Hiswana Migas merupakan upaya nyata dalam memastikan kebutuhan masyarakat akan Gas Elpiji 3 Kg tetap terpenuhi. Koordinasi yang baik dengan Pertamina.

Dirinya meminta warga untuk tetap menggunakan LPG sesuai kebutuhannya selama Ramadan.

“Jadi kami imbau untuk menjadi konsumen yang bijak, gunakan LPG sesuai kebutuhannya,”katanya.

Sementara itu, Wali Kota Depok H Supian Suri memastikan ketersediaan bahan pangan di wilayahnya dalam kondisi aman menjelang Ramadhan 2026.

Pemerintah Kota Depok juga menyiapkan langkah pengendalian inflasi, termasuk kemungkinan pelaksanaan pasar murah.

Supian mengatakan pengecekan stok telah dilakukan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di sejumlah pasar. Hasil pemantauan menunjukkan pasokan bahan pokok masih mencukupi.

“Alhamdulillah insyaallah stok aman. Depok sebagai kota distributor tidak terlalu khawatir, sehingga inflasi mungkin ada, tapi tidak terlalu tinggi karena stok barang cukup,” katanya.

Ia menjelaskan, stabilitas inflasi sangat dipengaruhi oleh ketersediaan barang dan kelancaran distribusi.

Karena itu, pemerintah daerah terus memantau kondisi pasar menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri.

Selain pemantauan, Pemkot Depok juga berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan intervensi cepat apabila terjadi lonjakan harga atau kekurangan pasokan.

Supian menyebut opsi pasar murah disiapkan sebagai bagian dari strategi pengendalian harga.

Pelaksanaan kegiatan tersebut masih menunggu perkembangan kondisi di lapangan serta koordinasi dengan pihak terkait.

“Nanti kita lihat perkembangannya apakah bisa bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional, Bulog, atau internal Pemkot Depok,” katanya.

Menurut dia, pasar murah akan digelar jika diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menstabilkan harga bahan pokok selama Ramadhan.

Pemkot Depok memastikan ketersediaan pangan tetap aman menjelang Ramadhan melalui pemantauan pasar dan koordinasi dengan pemerintah pusat.

Opsi pasar murah disiapkan sebagai langkah antisipasi untuk menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.