Ritel dan Gaya Hidup Perkotaan
Sektor ritel juga mempertahankan kinerja positif sepanjang 2025. Anton Sitorus menyebut tingkat okupansi pusat perbelanjaan tetap tinggi.
“Tingkat okupansi ritel berada di atas 85 persen di seluruh kategori. Mal terus bertransformasi menjadi destinasi gaya hidup, bukan sekadar tempat belanja,” ujarnya.
Mal premium bahkan mencatat okupansi hingga sekitar 95 persen pada akhir 2025, didukung portofolio merek yang kuat dan posisi pasar yang eksklusif. Konsep pop-up store serta zona gaya hidup tematik dinilai efektif meningkatkan kunjungan dan durasi tinggal pengunjung.
Indonesia Tetap Menarik bagi Investor Asing
Di tingkat regional, Angela Wibawa melihat prospek positif juga terjadi di kawasan Asia-Pasifik pada 2026.
“Asia-Pasifik diperkirakan kembali mencatat tahun yang kuat, dengan peningkatan aktivitas investasi dan penyewaan, didukung kondisi ekonomi yang tangguh,” katanya.
Menurut Angela, Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik.
“Sumber daya alam yang melimpah, kekuatan komoditas, serta pasar konsumen yang besar dan terus tumbuh menjadikan Indonesia tetap diminati investor asing,” pungkasnya.
Dengan kombinasi stabilitas ekonomi, ekspansi korporasi, serta transformasi gaya hidup masyarakat perkotaan, pasar properti Jakarta diproyeksikan mempertahankan momentum pertumbuhan dalam beberapa tahun mendatang.










