Panglima TNI Bantu Pompa Hidram untuk Atasi Kekeringan Sawah di Banyumas

banner 468x60

Radarjakarta.id | BANYUMAS – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meresmikan instalasi pompa hidram di Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (9/10/2024). Program ini diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan sulitnya akses irigasi pertanian yang selama ini dialami masyarakat setempat.

Instalasi pompa hidram ini merupakan bagian dari Program TNI AD Manunggal Air yang dirancang untuk membantu masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang kesulitan mengakses air bersih. 

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dipergunakannya teknologi pompa hidram yang memanfaatkan aliran air dari Bendung Gerak Serayu dan kemudian mengalirkan air dari dataran rendah ke dataran tinggi tanpa menggunakan listrik atau bahan bakar, dimungkinkan berkat adanya tekanan gravitasi alami dari aliran air untuk mengairi lahan pertanian di tiga desa.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan pompa hidram yang pengoperasiannya tanpa menggunakan energi listrik itu mampu mengairi area persawahan seluas 864 hektare, sehingga sangat membantu masyarakat khususnya dalam bidang pertanian.

“Ini adalah program dari Bidang Teritorial TNI, yaitu salah satunya pompanisasi yang dilakukan seperti di sini dan kita juga melakukan di setiap wilayah yang ada di Indonesia, khususnya memang daerah tersebut kurang teraliri air,” kata Panglima TNI. 

Ia mengatakan program pompanisasi menggunakan pompa hidram tersebut merupakan upaya TNI untuk membantu program pemerintah khususnya yang berada di Kementerian Pertanian.

Menurut dia, pompa hidram sudah banyak dibangun oleh TNI di berbagai wilayah Indonesia seperti Nusa Tenggara Timur, Papua dan sebagainya, 

Warga Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada TNI, terutama kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kementerian Pertanian.

Hal ini karena para petani di desa tersebut akhirnya dapat menikmati aliran air untuk irigasi sawah mereka setelah puluhan tahun hanya bergantung pada air hujan, meskipun mereka tinggal dekat dengan Bendung Gerak Serayu (BGS).

Kondisi geografis yang membuat lahan pertanian mereka berada di atas BGS menyulitkan para petani memanfaatkan air dari sungai secara langsung. 

Sudarto, warga RT 4 RW 4 Desa Tambaknegara, menjelaskan bahwa selama ini petani hanya bisa berharap pada curah hujan untuk mengairi sawah, sehingga hasil panen mereka terbatas hanya satu kali dalam setahun.

“Selama ini, sawah kami sangat bergantung pada air hujan. Namun, sejak beberapa hari terakhir, air dari Sungai Serayu sudah bisa dialirkan ke desa kami melalui pompa hidram yang dibangun oleh TNI dan Kementerian Pertanian,” ungkap Sudarto.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.