Pak Tarno Bantah Tuduhan Mengemis di Kota Tua: Saya Cuma Piknik, Bukan Ngemis!

banner 468x60

RADAR JAKARTA|Jakarta – Nama pesulap legendaris Pak Tarno kembali menjadi sorotan publik usai sebuah video viral memperlihatkan dirinya berada di kawasan wisata Kota Tua, Jakarta Barat. Dalam video itu, pria bernama asli Sutarno yang dikenal luas lewat ajang pencarian bakat, tampak mengenakan pakaian khas sulapnya kemeja pink, topi ikonik, dan alat bantu jalan dikelilingi wisatawan yang beberapa di antaranya terlihat memberinya uang.

Narasi yang menyertai video tersebut menyebut bahwa Pak Tarno, 74 tahun, sedang mengemis. Tuduhan ini sontak memicu keprihatinan publik dan memancing berbagai komentar di media sosial.

Namun, dalam wawancara eksklusif bersama Feni Rose pada Minggu (4/5/2025), Pak Tarno membantah keras tudingan tersebut.

“Itu saya lagi piknik sama istri. Bawa nasi, bawa termos. Banyak yang minta foto, terus ngasih uang. Ya saya kantongin aja, masa ditolak?” ujar Pak Tarno dengan nada santai.

Ia menegaskan, kehadirannya di Kota Tua murni untuk bersantai dan menghibur diri. Ia mengaku kerap melakukan piknik ke tempat-tempat umum seperti Taman Mini dan Ancol untuk mengatasi kejenuhan di rumah.

“Saya suka ke mana-mana. Kalau di rumah terus, jenuh. Kebetulan ada teman di Kota Tua, saya mampir. Eh, malah viral,” jelasnya.

Pak Tarno juga menuturkan bahwa banyak pengunjung yang memberikan uang bukan karena dia meminta, melainkan karena simpati. Menurutnya, sebagian orang salah menafsirkan kebaikan tersebut sebagai aktivitas mengemis.

“Saya enggak minta, tapi orang-orang ngasih sendiri. Dapat banyak, ya saya masukin ke plastik. Malah ada yang julid,” katanya sambil tersenyum.

Riwayat Kesehatan dan Keteguhan Hati

Diketahui, Pak Tarno telah beberapa kali mengalami stroke pada tahun 2018, 2023, dan 2024, yang berdampak pada kemampuan bicara dan mobilitasnya. Meski begitu, semangatnya tetap menyala.

“Saya masih semangat, masih ingin menghibur. Jangan cepat percaya video tanpa tahu ceritanya,” ujarnya.

Reaksi Netizen dan Pesan Moral

Video yang menyebar luas di media sosial ini mengundang simpati dari netizen, terutama mereka yang tumbuh besar menyaksikan aksi sulap khas Pak Tarno di layar kaca. Namun, tak sedikit pula yang mengingatkan pentingnya memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.

Kisah ini menjadi refleksi bagi masyarakat tentang bahaya penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Di era digital, narasi bisa dengan mudah memutarbalikkan kenyataan.

Pak Tarno berharap klarifikasinya dapat meredam spekulasi yang beredar dan mengembalikan pemahaman publik bahwa dirinya masih aktif, masih dihargai, dan yang terpenting tidak sedang mengemis.

“Saya ini Master, bukan pengemis,” pungkasnya dengan gaya khas: “Bim salabim jadi apa? Prok-prok-prok!”(*)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.