KEPAHIANG, Radarjakarta.id – Ketua Umum Srikandi Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya, Nyimas Aliah SE, S.Sos., M.Ikom, menegaskan pentingnya penguatan dan pemberdayaan perempuan, terutama bagi para ibu yang harus menjalani peran sebagai kepala keluarga tunggal.
Hal tersebut disampaikan Nyimas Aliah saat menghadiri pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu masa bakti 2025-2029 di Hotel Umro Kepahiang.
Dalam kesempatan itu, Nyimas Aliah menyoroti beratnya perjuangan perempuan yang harus membesarkan anak seorang diri setelah perceraian.
Menurutnya, masa awal setelah perpisahan sering menjadi fase paling sulit bagi seorang perempuan. Selain menghadapi tekanan sosial dari lingkungan sekitar, mereka juga harus menanggung beban ekonomi dan psikologis secara bersamaan.
“Ketika menghadapi perceraian, tahun-tahun pertama biasanya sangat berat. Banyak perempuan harus menghadapi tekanan masyarakat sekaligus berbagai persoalan hidup yang tidak mudah,” ujar Nyimas Aliah, Rabu (1/4/2026).
Karena itu, ia mengusulkan kepada Ketua DPC FPPI Kepahiang Helmiyesi, M.Si atau yang akrab disapa Umi Yesi, agar organisasi tersebut membentuk bidang khusus yang fokus pada pemberdayaan perempuan kepala keluarga.
Menurutnya, jumlah ibu yang menjadi tulang punggung keluarga di daerah tersebut cukup banyak dan memerlukan perhatian serta dukungan nyata.
Nyimas Aliah menilai keberadaan program khusus tersebut dapat membantu para ibu tunggal untuk memperkuat kemandirian ekonomi, meningkatkan kapasitas diri, serta membangun kepercayaan diri dalam menjalani kehidupan.
Ia juga menyinggung sejumlah persoalan rumah tangga yang kerap menjadi pemicu perceraian, di antaranya kecanduan judi online, jeratan pinjaman online, penyalahgunaan narkoba, hingga perselingkuhan.
Kondisi tersebut, tutur Nyimas Aliah, sering kali membuat perempuan akhirnya memilih berpisah demi masa depan yang lebih baik bagi diri dan anak-anaknya.
Lebih lanjut, Nyimas Aliah menyambut positif terpilihnya kembali Umi Yesi sebagai Ketua DPC FPPI Kabupaten Kepahiang untuk periode 2025-2029.
Ia berharap kepemimpinan periode kedua ini mampu membawa energi baru bagi penguatan peran perempuan di daerah tersebut.
Menurutnya, FPPI Kepahiang di bawah kepemimpinan Umi Yesi diharapkan terus menjadi motor penggerak pemberdayaan perempuan, memperjuangkan kesetaraan, meningkatkan kapasitas perempuan, serta memperluas kontribusi mereka dalam berbagai sektor pembangunan daerah.
“Periode kedua ini diharapkan menjadi momentum untuk melanjutkan sekaligus menyempurnakan berbagai program pemberdayaan perempuan yang telah dirintis sebelumnya,” pungkas Nyimas Aliah.











