Ngeri! Wabah Misterius di Siberia, Pekerja Laboratorium Tewas dan Hampir 200 Orang Dipantau

banner 468x60

Foto ilustrasi.

JAKARTA, Radarjakarta.id — Kekhawatiran terhadap dugaan infeksi pes muncul di wilayah Irkutsk, Siberia, Rusia, setelah seorang pekerja laboratorium berusia 28 tahun meninggal dunia pada awal Oktober 2026. Peristiwa tersebut terjadi di sekitar Shelekhov, dekat Irkutsk, tempat Institut Riset Antipes Irkutsk Siberia dan Timur Jauh berada.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Pekerja yang oleh sejumlah media lokal diidentifikasi sebagai Darya Shipilova dilaporkan mengalami pneumonia berat dan menjalani perawatan di rumah sakit distrik Shelekhov sejak 29 September 2026. Ia kemudian meninggal pada sekitar 1–2 Oktober 2026 setelah kondisinya memburuk dan membutuhkan alat bantu pernapasan.

Kekhawatiran meningkat setelah muncul laporan bahwa pada 25 September 2026 Shipilova diduga mengalami insiden pecahnya tabung uji yang berisi bahan biologis ketika bekerja di laboratorium. Sejumlah laporan mengaitkan bahan tersebut dengan bakteri penyebab pes, Yersinia pestis. Namun, rincian kecelakaan laboratorium itu belum dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas Rusia.

Sebagai langkah pencegahan, hampir 200 orang yang dinilai memiliki kemungkinan kontak dengan pekerja tersebut ditempatkan dalam pemantauan medis. Sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah tersebut juga dilaporkan menerapkan pembatasan atau karantina. Sejauh laporan terbaru, orang-orang yang berada dalam pengawasan belum menunjukkan gejala dan hasil pemeriksaan yang dilaporkan belum mengonfirmasi penularan pes.

Rospotrebnadzor, badan pengawas kesehatan masyarakat Rusia, menyatakan kondisi epidemiologis di Irkutsk dan Shelekhov stabil. Otoritas tersebut menyebut diagnosis pasien sebagai “pneumonia dengan etiologi yang belum diketahui” dan mengatakan pemeriksaan lanjutan tidak menemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan aktivitas profesional korban. Karena itu, dugaan wabah pes belum dapat dinyatakan sebagai fakta terkonfirmasi.

Kasus ini tetap mendapat perhatian internasional karena pekerja tersebut bertugas di lembaga yang menangani penyakit pes dan karena adanya tindakan pengawasan terhadap kontak dekat. Pemerintah Amerika Serikat juga dilaporkan memantau perkembangan kasus tersebut, sementara sejumlah pihak meminta otoritas Rusia menyampaikan informasi secara cepat dan terbuka.

Hingga 5 Oktober 2026, belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa telah terjadi wabah pes atau bahwa patogen telah “lepas” dari laboratorium. Penyelidikan dan pemeriksaan epidemiologis masih berlangsung. Dengan demikian, informasi mengenai dugaan pes di Siberia perlu ditempatkan sebagai laporan yang masih dalam verifikasi, bukan sebagai wabah yang telah dikonfirmasi.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.