Ngeri! Dunia Krisis Air dan Pangan, Jokowi Wanti-wanti ‘Neraka Iklim’

banner 468x60

Radarjakarta.id | JAKARTA – Menjadi perhatian serius, Presiden Joko Widodo, Jokowi mewanti-wanti seluruh rakyat Indonesia bahwa dunia menuju pada neraka iklim dalam 5 tahun ke depan. Jokowi menyebut bila ini didiamkan maka akan menimbulkan krisis pangan akibat kekeringan.

“Saya kira Bapak Ibu semuanya sudah mendengar warning dari Sekjen PBB bahwa dunia menuju pada neraka iklim, semua akan mencapai rekor tertinggi pada 5 tahun ke depan. Hati-hati,” kata Jokowi dalam Peresmian Pembukaan Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2024 dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/6/2024).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Presiden menyebut bahwa “Dalam satu tahun terakhir sudah terasa adanya gelombang panas. Misalnya saja, di India suhunya mencapai 50 derajat celcius dan Myanmar 45,8 derajat celcius”.

Menurut Jokowi, suhu bumi akan mencapai rekor tertinggi pada 5 tahun ke depan.

Presiden meminta jajarannya untuk hati-hati karena akan berdampak pada masalah pangan.

Jokowi mengatakan jika tidak ada antisipasi, dunia akan mengalami kelaparan berat pada tahun 2050. Jokowi meminta adanya antisipasi di segala aspek.

“FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian) mengatakan bahwa jika didiamkan seperti sekarang ini, nggak ada pergerakan apa-apa, 2050 dunia akan mengalami kelaparan berat, akan mengalami kelaparan,” ujarnya.


“Ini yang harus direncanakan, diantisipasi sejak mulai sekarang, karena diperkirakan 50 juta petani akan kekurangan air. Nggak ada air, dan akan masuk pada tadi, kekurangan air,” lanjut Jokowi.

Jokowi mengatakan pemerintah juga telah berupaya membangun waduk dan bendungan. Sejauh ini sudah ada 61 waduk dan bendungan yang dibangun. Ia akan terus mengupayakan agar air tidak mengalur ke laut.

“Meskipun kita dalam 10 tahun ini memiliki target membangun waktu 61 waduk dan bendungan. Yang sudah saya resmikan 43 bendungan, tapi air ini juga harus diteruskan sampe ke sawah,” tutur dia.

Ia meminta Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk bekerja sama dengan TNI untuk membangun sarana tersebut dalam 3 bulan.

Kepala Negara menuturkan, pompa-pompa itu akan berfungsi untuk mengaliri air ke persawahan saat ancaman iklim dan suhu panas semakin mendekat.

“Pompa dari sungai, naikkan ke atas untuk mengairi sawah baik itu sungai besar, sedang, kecil. Jangan biarkan air masuk ke laut, pompa. Beberapa sudah dikirim ke Kodam-kodam, dan masuk pompa 1600, terutama di daerah-daerah produksi,” pangkasnya.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.