Musala Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Ambruk Saat Salat Berjamaah

banner 468x60

SIDOARJO, Radarjakarta.id — Tragedi memilukan terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Sebuah bangunan musala di lantai bawah ambruk ketika ratusan santri tengah melaksanakan Salat Asar berjemaah, Senin (29/9/2025) sore.

Insiden itu diduga kuat dipicu fondasi bangunan yang tidak kokoh, terlebih saat kejadian tengah berlangsung pengecoran di lantai dua hingga lima. Akibatnya, bangunan runtuh dari lantai empat hingga menimpa lantai dasar yang sudah digunakan para santri untuk beribadah.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menjelaskan bahwa laporan musibah runtuhnya bangunan diterima sekitar pukul 15.35 WIB. “Diduga fondasi tidak kuat sehingga bangunan runtuh dari lantai empat hingga lantai dasar,” katanya.

Proses Evakuasi Dramatis, Puluhan Santri Luka-Luka

Berdasarkan keterangan Bupati Sidoarjo, H. Subandi, sebanyak 32 santri mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke RSUD Sidoarjo. Jumlah korban meninggal dunia masih belum dapat dipastikan.
“Semua korban harus dievakuasi malam ini apapun kondisinya,” tegas Subandi.

Di lokasi kejadian, suasana penuh kepanikan. Petugas gabungan SAR, TNI, dan Polri harus membelah beton tebal bangunan yang ambruk untuk mengevakuasi korban yang masih terjebak. Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menyebut tim berhasil menemukan tanda-tanda dua korban masih hidup di bawah reruntuhan.

“Tim kedua dengan peralatan ekstrikasi langsung membuka akses untuk mengevakuasi korban yang masih selamat,” jelas Nanang.

Kesaksian Santri: Bangunan Sempat Bergoyang Sebelum Runtuh

Sejumlah santri mengaku merasakan tanda-tanda kejanggalan sebelum bangunan musala ambruk. Muhammad Zahrawi (17), santri asal Bangkalan, Madura, menyebut seorang temannya sempat memperingatkan bahwa bangunan di lantai lima terasa bergerak.
“Sayangnya, peringatan itu tidak sempat disampaikan ke pengurus karena saat itu semua sedang salat Asar,” kata Zahrawi.

Kesaksian serupa juga diungkapkan Wahid, santri kelas tujuh MTs Al-Khoziny. Menurutnya, ketika memasuki rakaat kedua, bagian ujung musala tiba-tiba runtuh lalu merembet ke bagian lain.
“Begitu roboh, semua panik. Kami berusaha lari menyelamatkan diri. Jumlah santri waktu itu lebih dari 100 orang,” ujarnya.

Santri Terjebak, Teriakan Minta Tolong Terdengar

Seorang jurnalis yang meliput di lokasi, Pramono Putra, mengaku mendengar teriakan minta tolong dari santri yang masih terjebak di bawah reruntuhan. Salah satunya, Muhammad Wafiq, menuturkan bahwa musala ambruk tidak langsung, melainkan setelah jamaah selesai salat dan sedang wirid.
“Semua begitu cepat, kami tidak fokus lagi, hanya berusaha menolong teman-teman yang terjebak,” katanya dengan suara bergetar.

Ambulans Siaga di Lokasi

Hingga malam hari, puluhan ambulans masih berjaga di sekitar lokasi pondok pesantren. Sejak sore, belasan ambulans telah mengangkut korban luka ke rumah sakit.

Peristiwa ambruknya musala Ponpes Al-Khoziny ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar pondok pesantren dan masyarakat Sidoarjo. Proses evakuasi korban masih terus berlangsung hingga seluruh santri dipastikan selamat.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.