Munjirin Lepas 50 Peserta Wisata Religi 2026, Perkuat Identitas Sejarah dan Spiritualitas Jakarta Timur

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Komitmen memperkuat karakter budaya dan nilai spiritual masyarakat terus digelorakan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur.

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, secara resmi melepas 50 peserta kegiatan Pengenalan Destinasi Wisata Religi 2026 di Lobi Blok A, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (3/3/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kegiatan yang digagas ini melibatkan anggota Tim Penggerak PKK Jakarta Timur serta Dharma Wanita Persatuan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan wisata religi berbasis edukasi, sekaligus memperkokoh identitas budaya masyarakat Jakarta Timur.

Dalam rangkaian kegiatan ini, para peserta diajak mengunjungi sejumlah destinasi religi bersejarah yang memiliki nilai arsitektur, budaya, dan spiritual yang tinggi.

Adapun lokasi yang dikunjungi meliputi:
Adapun lokasi yang dikunjungi meliputi:
Masjid Tjia Kang Hoo, Masjid Agung At-Tin, Museum Bait Al-Qur’an, Masjid Istiqlal, Ziarah ke Makam Pangeran Jayakarta

Kunjungan ini tidak sekadar menjadi agenda wisata, melainkan sarana pembelajaran sejarah dan refleksi spiritual. Para peserta memperoleh pemaparan mengenai latar belakang berdirinya masing-masing situs serta perannya dalam perjalanan sejarah Jakarta.

Dalam sambutannya, Munjirin menegaskan bahwa pengenalan destinasi wisata religi merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan sekaligus menguatkan nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang melekat pada berbagai situs keagamaan di Jakarta.

Menurutnya, tempat ibadah tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas keagamaan, tetapi juga menjadi saksi perjalanan panjang peradaban dan dinamika sosial masyarakat.

“Saya berharap para peserta dapat mengenal lebih dekat destinasi wisata religi yang bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam sejarah dan kehidupan masyarakat Jakarta,” ujar Munjirin.

Ia juga berharap para peserta mampu menjadi agen informasi di tengah masyarakat, khususnya bagi generasi muda, agar semakin mengenal dan mencintai kekayaan wisata religi di Jakarta Timur dan sekitarnya.

Pelestarian situs bersejarah, lanjutnya, harus diiringi dengan peningkatan literasi dan kesadaran masyarakat agar warisan tersebut tetap terjaga serta memiliki nilai keberlanjutan di masa depan.

“Kami ingin kegiatan ini meningkatkan pemahaman, apresiasi, serta minat masyarakat terhadap wisata religi sebagai bagian dari destinasi pariwisata yang edukatif dan bernilai sejarah,” pungkasnya.

Melalui Program Pengenalan Destinasi Wisata Religi 2026, Pemerintah Kota Jakarta Timur optimistis dapat memperkuat citra wilayahnya sebagai kawasan yang tidak hanya berkembang secara modern, tetapi juga kaya akan sejarah dan spiritualitas. |Guffe*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.