JAKARTA, Radarjakarta – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 7 Jakarta Pusat resmi ditutup pada Jumat (18/7/2025) dalam suasana yang penuh semangat dan haru. Tak hanya menjadi ajang orientasi bagi siswa baru, MPLS tahun ini juga dirangkai dengan pelepasan dua tenaga pendidik yang akan pindah tugas ke sekolah lain.
Acara berlangsung di halaman sekolah yang berlokasi di Jalan Karet Pasar Baru Barat V, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kepala SMAN 7 Jakarta Pusat, Elvira M.Pd., mengaku bersyukur atas suksesnya rangkaian MPLS yang berjalan tertib dan lancar selama beberapa hari terakhir.
“Alhamdulillah, MPLS tahun ini berjalan dengan baik. Anak-anak kelas 10 sangat antusias, begitu pula panitia. Kami juga mengadakan acara pelepasan sederhana untuk Bu Novi, guru BK, dan Pak Rudi dari bagian tata usaha yang mendapat tugas baru,” ujar Elvira kepada media.
Elvira menjelaskan, MPLS kali ini memuat materi beragam, mulai dari wawasan Wiyata Mandala, pengenalan lingkungan sekolah, penguatan disiplin, hingga nilai keimanan dan ketakwaan. Sebanyak 247 siswa baru mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat.
“Ke depan saya berharap anak-anak bisa bersinergi, bekerja sama, saling menghargai, dan siap mengharumkan nama baik sekolah, keluarga, dan diri mereka sendiri,” tambah Elvira.

Polisi Hadir, Tekankan Bahaya Kenakalan Remaja
Menariknya, MPLS SMAN 7 tahun ini turut melibatkan Babinkamtibmas dari Polsek Tanah Abang, Aiptu Suparmin, yang memberikan penyuluhan tentang hukum dan bahaya kenakalan remaja.
“MPLS ini sangat penting untuk membentuk karakter dan kesadaran hukum siswa. Kami menyampaikan materi tentang contoh tindakan kriminal yang bisa menghambat masa depan, seperti pergaulan bebas, tawuran, dan narkoba,” tegas Suparmin.
Menurutnya, edukasi dini tentang kesadaran hukum dan lingkungan sangat penting agar pelajar tumbuh menjadi generasi yang berkualitas, bertanggung jawab, dan menjauhi perilaku menyimpang.
“Kami berharap anak-anak sadar hukum, peduli terhadap lingkungan, dan memiliki kesadaran akan kebaikan,” tutup Suparmin.
MPLS bukan sekadar orientasi, tetapi momentum strategis dalam menanamkan nilai-nilai positif dan membangun generasi yang siap menghadapi tantangan zaman. SMAN 7 Jakarta Pusat menjadi contoh sekolah yang tak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kesadaran sosial siswa.|Hendra*











