DEPOK, Radarjakarta.id – Memasuki hari kedua Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Kodim 0508/Depok bersama masyarakat terus bersiaga mengatasi genangan air akibat luapan Kali Jantung yang sempat merendam Perumahan Bukit Cengkeh 2, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis.
Genangan yang sebelumnya mencapai sekitar 40 sentimeter terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Depok dan sekitarnya, sehingga menyebabkan debit air Kali Jantung meningkat dan meluap ke permukiman warga.
Aparat Kodim 0508/Depok yang sejak awal telah turun ke lokasi, kembali melakukan pemantauan (monitoring) sekaligus membantu warga dalam penanganan sisa genangan. Personel TNI bersama masyarakat bahu-membahu membersihkan lingkungan serta memastikan kondisi wilayah tetap aman dan terkendali.
Dandim 0508/Depok Kolonel Inf Triano Iqbal menegaskan, kehadiran TNI di tengah masyarakat merupakan bentuk respons cepat dalam membantu warga menghadapi dampak bencana.
“Kami terus melakukan monitoring dan membantu masyarakat di hari kedua Lebaran ini untuk memastikan genangan dapat teratasi dan aktivitas warga kembali normal,” ujarnya.
Selain itu, koordinasi juga terus dilakukan dengan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kota Depok, khususnya sektor Sumber Daya Air (SDA), guna mengantisipasi potensi banjir susulan.
Dandim juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan meningkatnya debit air, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi di wilayah hulu.
“Kami mengingatkan warga, khususnya yang berada di bantaran sungai, agar tetap siaga dan mengutamakan keselamatan. Segera lakukan langkah antisipasi jika terjadi kenaikan air,” tegasnya.
Ia juga kembali menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai yang dapat memperparah kondisi banjir.
Seiring berjalannya waktu, kondisi genangan di wilayah tersebut mulai surut dan berangsur terkendali. Tidak terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, sementara aktivitas masyarakat perlahan kembali normal.
Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu seperti Bogor masih dapat memicu luapan air kembali.











