MKD DPR Minta PAN Segera Menonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id  — Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI menegaskan, partai politik harus bersikap tegas terhadap kader mereka yang menimbulkan kontroversi dan kemarahan publik. Ketua MKD, Nazaruddin Dek Gam, menekankan, penonaktifan anggota DPR harus dilakukan sesegera mungkin.

“MKD meminta kepada partai politik yang anggotanya viral untuk segera menonaktifkan mereka di DPR. Sesegera mungkin,” ujar Nazaruddin kepada wartawan, Minggu (31/8).

Anggota DPR yang menjadi sorotan publik antara lain Ahmad Sahroni, Uya Kuya, Nafa Urbach, Eko Patrio, hingga Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir. Menurut Nazaruddin, mereka dianggap melanggar kode etik, termasuk karena pernyataan kontroversial dan aksi joget di Gedung DPR.

“Melanggar etika, yang pertama ngomong tolol, itu jelas melanggar etik. Yang kedua, joget-joget di DPR juga melanggar etika. Saat rakyat sedang susah, anggota DPR tidak seharusnya melakukan hal seperti itu. Kami akan menertibkan semua,” tegasnya.

MKD telah meminta Golkar, NasDem, dan PAN untuk menonaktifkan anggota mereka yang memicu amarah masyarakat. NasDem sendiri telah menonaktifkan Sahroni dan Nafa Urbach. Namun, sejumlah nama dari partai lain masih menimbulkan kontroversi terkait polemik tunjangan DPR, termasuk Eko Patrio, Uya Kuya, dan Adies Kadir.

DPP PAN kemudian memutuskan menonaktifkan dua anggotanya, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, dan Surya Utama alias Uya Kuya. Keputusan ini diumumkan oleh Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi melalui video keterangan, Minggu (31/8).

“Mencermati dinamika dan perkembangan saat ini, DPP PAN memutuskan untuk menonaktifkan Saudaraku Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dan Saudaraku Surya Utama (Uya Kuya) sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, terhitung sejak hari Senin, 1 September 2025,” kata Viva.

Sebelumnya, Eko Patrio menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat melalui video di akun Instagram pribadinya pada Sabtu (30/8). Dalam video itu, Eko didampingi rekan sefraksinya, Sigit Purnomo alias Pasha Ungu.

“Dengan penuh kerendahan hati, saya Eko Patrio menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada masyarakat atas keresahan yang timbul akibat perbuatan saya,” ujarnya.

Senada, Uya Kuya juga menyampaikan permintaan maaf terkait aksinya berjoget di DPR setelah pengumuman kenaikan gaji dan tunjangan anggota dewan, yang memicu kritik luas publik.

“Saya Uya Kuya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya, tulus dari hati saya, untuk seluruh masyarakat Indonesia atas apa yang terjadi beberapa hari terakhir ini,” kata Uya melalui video di akun media sosialnya.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.