Ilustrasi kotak Kosong,
Radarjakarta.id | JAKARTA – Misteri di Pilkada Jakarta 2024, wacana bakal calon gubernur DKI Jakarta Ridwan Kamil yang akan dipasangkan dengan Kaesang Pangarep Putra bungsu Presiden Joko Widodo atau Jokowi, terus mengemuka.
Isu paslon tunggal di Pilkada Jakarta merebak seiring munculnya wacana pembentukan Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus. Diberi nama KIM plus lantaran ada sejumlah partai baru yang tidak memberi dukungan saat pilpres, namun mereka merapat jelang pilkada.
Dugaan, Koalisi Indonesia Maju (KIM) sedang mempersiapkan Ridwan Kamil agar melawan kotak kosong di Pilkada Jakarta 2024.
Sementara itu, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan, hingga saat ini partainya mengusung RK sebagai cagub Jakarta. “(Pilkada) Jakarta saya waktu itu mengusulkan Ridwan Kamil,” ungkap Zulhas.
Namun, Zulhas masih akan melihat perkembangan ke depan ihwal pengusungan RK untuk Pilgub Jakarta. Hal itu mengingat elektabilitas Ridwan Kamil di Jakarta masih di bawah dibanding dirinya di Jawa Barat (Jabar).
“Jadi, waktu itu sempat Ridwan Kamil tapi perkembangan seperti apa kan belum ketemu lagi,” ujar dia.
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama mengatakan, bila yang diajukan di Pilkada Jakarta adalah pasangan calon (paslon) tunggal, maka yang menang adalah kotak kosong. Hal itu lantaran demografi pemilih di Jakarta yang jauh lebih kritis dibanding wilayah lain.
“Saya berani jamin kalau KIM plus terwujud, mereka tidak akan pernah berani, ini ucapan saya nih, bukan saya nantangin orang ya, tidak akan pernah berani melakukan satu (paslon) melawan kotak kosong. Kalau dia berani (buat skenario itu), saya jamin Jakarta bisa bikin dia kalah dengan melawan kotak kosong,” ujar Ahok di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan Sabtu (3/8/2024) malam.
Pengamat politik Hendri Satrio menyatakan, pencalonan Ridwan Kamil diprediksi ingin memblokade langkah Gubernur Jakarta Anies Baswedan (2017-2022) yang ingin kembali bertarung dalam Pilkada Jakarta 2024.
Apalagi dalam survei dari berbagai lembaga penelitian, Anies memiliki elektabilitas yang cukup tinggi hampir mencapai 30 persen.
“Ya kalau Anies tidak maju karena sudah diblok sama partai dan penguasa, Ridwan Kamil bisa melawan kotak kosong,” kata Hendri, Senin (5/8/2024).| Andi Farida*











