DEPOK, Radarjakarta.id – Pemerintah Kota Depok segera mengatasi masalah kekurangan mebeler seperti kursi atau meja di lingkungan SMP 3 Kota Depok.
Walikota Depok H Supian Suri mengatakan Pemerintah Kota Depok tengah berupaya memenuhi kekurangan mebel dengan menggandeng pihak ketiga melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
“Kemarin juga saya minta dukungan dari BJB untuk tambahan mebelernya. Mudah-mudahan ini bisa diproses semuanya,” katanya saat ditemui di Mts Negeri 3 Depok di Kecamatan Pancoran Mas.
H Supian Suri mengakui bahwa saat ini ketersediaan meja dan kursi di SMP Negeri 3 Depok memang belum sepenuhnya terpenuhi.
Ia menjelaskan, masih terdapat sejumlah ruang kelas yang belum terfasilitasi secara lengkap.
“Kemarin kami belum bisa melengkapi mebel secara keseluruhan, tetapi kurang lebih setengahnya sudah bisa kami lengkapi,” jelasnya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 kelas akan difasilitasi melalui bantuan CSR Bank BJB, sementara sisanya akan dipenuhi melalui perubahan anggaran daerah.
“Sekitar 17 kelas kalau tidak salah yang belum terfasilitasi. Sepuluh kelas kami fasilitasi dengan CSR Bank BJB, selebihnya nanti kami kejar melalui perubahan anggaran,” tambahnya.
H Supian Suri berharap kekurangan fasilitas belajar di SMP Negeri 3 Depok dapat segera diatasi agar kegiatan belajar mengajar kembali berjalan optimal dan nyaman bagi para siswa.
Di lokasi lain, Kepala SMP Negeri 3 Depok, Ety Kuswandarini, menjelaskan, penggunaan meja lipat merupakan hasil kesepakatan dengan orang tua siswa.
Menurutnya, pihak sekolah telah memberikan dua pilihan. Siswa yang ingin masuk pagi diminta membawa meja lipat, sementara siswa yang memilih menggunakan meja dan kursi dapat mengikuti pembelajaran pada siang hari dengan sistem bergantian ruang bersama kelas 9.
Kebijakan ini diambil sebagai solusi sementara agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung di tengah keterbatasan fasilitas.
Ini semua atas keinginan orang tua dan anak. Kalau belajar siang hari, ada meja dan kursinya.
“Kami berharap bapak wali kota dapat mendorong bantuan pengadaan meja dan kursi, karena anggaran renovasi Rp 28 miliar belum termasuk fasilitas pengadaan mebeler.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok, Dadan Rustandi mengatakan, kondisi bangunan SMPN 3 dan SMPN 25 sudah mulai rapuh.
Ruang kelas banyak yang bocor dan dipenuhi rayap. Rencananya, kedua SMPN itu akan direnovasi total.
“Rehab dua SMPN dilaksanakan tahun ini dan masuk dalam APBD Tahun Anggaran 2025,” katanya.
Pembangunan ini bertujuan juga untuk mengatasi keterbatasan daya tampung SMPN di Kota Depok. Dua SMPN dibangun dengan konsep ramah lingkungan.











